Sabtu, 14/04/2018 06:55 WIB
Manado - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ricky Toemandoek mengatakan, Sulawesi utara memiliki potensi pariwisata dari kelautan, hanya saja potensi besar itu terkendala terkendala sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur.
Demikian disampaikan dalam diskusi `Menggali Potensi Kelautan Nasional` bersamaan dengan press gathering pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dengan wartawan parlemen di Hotel Grand Luley, Manado, Jumat (13/4) malam.
Menurut Ricky, setiap pesawat dari China membawa 200 wisatawan. Tapi hanya dilayani enam orang petugas imigrasi.
"Kalau ada beberapa kali penerbangan dari China, petugas imigrasi kita kewalahan," jelas Ricky.
Wisman Meningkat, Menpar Sebut Pariwisata RI di Jalur Pertumbuhan Positif
Legislator PDIP Desak Kemenpar Ukur Daya Saing Pariwisata RI di ASEAN
Legislator PDIP: Tiket Pesawat Mahal Hambat Pariwisata dan Ekonomi Rakyat
"Pesawat terpaksa harus parkir di Gorontalo," ujar Ricky.
"Kita sedang merencanakan pembagunan bandara alternatif di Bitung. Landasan bisa mencapai 4.000 meter. Pembangunan bandara alternatif ini sudah ditawarkan ke pemerintah China,"sambugnya
"Kita tidak punya visi yang besar tentang pariwisata," ucapnya.
Keyword : Warta MPR Press Gathering Pariwisata Sulawesi Utara