Militer Israel Dituding Sengaja Sasar Wartawan Palestina

Jum'at, 13/04/2018 10:15 WIB

Yerusalem - Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) meminta pemerintah Israel berhentik menyebarkan kebohongan, hanya untuk membenarkan pembunuhan terhadap jurnalis.

Pernyataan itu juga dalam rangka menanggapi pembunuhan terhadap jurnalis Palestina Yasser Murtaja yang meregang nyawa pada 6 April lalu, setelah ditembak di perut oleh militer Israel.

"Sudah jelas tentara Israel membunuh seorang wartawan. Menteri Pertahanan lebih memilih menyebarkan propaganda ketimbang melakukan penyelidikan dan membawa pembunuh Yasser ke pengadilan," kata Sekretaris jenderal IFJ Anthony Belalnger dilansir dari Memo.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman berkilah bahwa Yasser dibunuh karena dianggap sebagai bagian dari anggota rahasia Brigade Al-Qassam bersenjata, yang notabene kelompok sayap Hamas.

"Sudah saatnya pemerintah Israel berhenti membuat kebohongan untuk membenarkan pembunuhan. Dan sudah waktunya berhenti menargetkan wartawan Palestina," tegasnya.

Diketahui, pada Jumat pekan lalu, Yasser Murtaja ditembak saat meliput aksi protes di perbatasan Gaza. Kendati sudah menggunakan jaket biru dengan tulisan `Press`, militer Israel tetap menembakinya. Yasser yang dilarikan ke rumah sakit pun meninggal keesokan harinya.

TERKINI
Prabowo Ingatkan Dapur MBG Tak Boleh jadi Sarana Memperkaya Oknum Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK DPR RI Siap Bahas Revisi UU Pemilu Komisi XI dan Pemerintah Sepakat RUU P2SK Siap Dibawa ke Paripurna