Selasa, 10/04/2018 16:24 WIB
Jakarta – Kredit pendidikan tanpa bunga alias nol persen untuk mahasiswa masih dalam kajian pemerintah. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut kemungkinan nol persen itu ada, tinggal menunggu regulasi yang nantinya dikeluarkan oleh Kemenko Perekonimian.
“Apakah memungkinkan? Sepanjang negara yang melakukan, maka hal ini mungkin semua. Caranya bagaimana? Itu nanti Menko Perekonomian yang akan mengaturnya,” jelas Menteri Nasir, di Kantor Kemristekdikti Jakarta, pada Selasa (10/4).
Menteri Ristek Dikti mengatakan, salah satu cara yang dipertimbangkan yakni pemerintah memberikan pinjaman kepada bank pemberi kredit pendidikan dengan bunga nol persen. Dengan demikian, bunga yang dibayarkan tak memberatkan mahasiswa.
“Saya ingin bunga banknya (kredit pendidikan, Red) lebih rendah dari yang sekarang. katakanlah lebih rendah dari (suku bunga) SBI, khususnya untuk mahasiswa,” imbuhnya.
Tingkatkan Mutu Pendidikan, PGRI Dorong Guru Adaptif Hadapi Perubahan
Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia
Logis 08 Desak Buka-bukaan Tender Gedung BTN Sulampua
Sementara Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono setuju dengan konsep yang ditawarkan oleh pemerintah. Bila dana dari pemerintah diberikan tanpa bunga, maka kredit pendidikan nol persen mungkin terwujud.
Pemerintah, kata Maryono, juga harus memberikan jaminan, jika dalam pelaksanaannya ada kredit macet.
“Nol persen itu bisa, dengan catatan, dananya itu berasal dari pemerintah, tanpa bunga juga. Kemudian perbankan diberikan suatu bisnis, untuk biaya-biaya operasionalnya,” kata Maryono.
Jika nanti kredit pendidikan nol persen ini gagal terwujud, Maryono mengatakan BTN akan memberikan bunga yang sama dengan KPR subsidi, yakni lima persen. Sedangkan proses cicilannya dimulai sejak akad kredit.
Keyword : Pendidikan Pinjaman Pendidikan Student Loan BTN