Selasa, 03/04/2018 21:18 WIB
Baghdad - Enam perempuan Turki tewas di tangan algojo Irak, setelah divonis mati oleh pengadilan. Keenam perempuan tersebut dituding terlibat kasus terorisme, dan memberikan dukungan kepada kelompok teroris ISIS.
Selain menembak mati enam perempuan tersebut, Irak juga menahan tujuh perempuan lainnya. Tujuh perempuan itu menyusul ratusan perempuan lainnya, yang sudah terlebih dahulu dijebloskan ke penjara dengan kasus yang sama.
Dilansir dari The National, para perempuan itu mengaku masuk Irak karena ingin bergabung dengan suami mereka yang notabene anggota ISIS. Mereka akhirnya menyerah, ketika benteng ISIS terakhir di Tal Afar jatuh ke tangan pasukan Iran pada tahun lalu.
Sejak Januari lalu, Irak sudah menghukum mati seorang perempuan asal Jerman dan seorang lagi asal Turki. Hukuman tersebut belakangan memicu protes keras dari lembaga HAM dunia, yang disebut sebagai hukuman yang tidak adil.
Ratusan Siswa Terpapar Radikalisme Online, Kemen PPPA Olah Materi Edukasi
Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue di Mina Respons Situasi Darurat
China Janji Dukung Kuba Hadapi Penindasan AS
Irak juga menahan setidaknya 560 perempuan serta 600 anak-anak. Mereka diidentifikasi sebagai jihadis atau kerabat dari pejuang ISIS, yang menjadi target operasi pemerintah Irak.
Keyword : ISIS Terorisme Irak Radikalisme Turki