Sebut Kemenag Bangsat, PPP Nilai Politikus PDIP Tak Punya Etika
Kamis, 29/03/2018 12:56 WIB
Jakarta - Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan menyebut Kementerian Agama (Kemenag) bangsat. Hal itu terkait kinerja Kemenag menangani penipuan travel bodong dalam perjalanan ibadah umrah.
Menanggapi hal itu, Wasekjen DPP
PPP Achmad Baidowi mengatakan, pernyataan Arteria tersebut kurang patut disampaikan dalam rapat resmi di parlemen sebagai gedung terhormat.
"Menggunakan kata `Bangsat` dalam rapat resmi kurang patut dan kurang elok. Silakan mengkritik tapi tak perlu pake kata bangsat karena itu bahasa serampangan," kata Awiek sapaan akrab Achmad Baidowi, kepada Jurnas.com, Jakarta, Kamis (29/3).
Menurutnya, masih banyak cara mengkritik tanpa mengumpat. Sehingga, jangan sampai karena memiliki hak imunitas, anggota DPR bisa mengeluarkan kata-kata kasar.
"Sebaiknya kita memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Jika tudingan "bangsat" terkait kasus umroh, bukankah tinggal dilakukan penyidikan terhadap pihak-pihak yang melakukan prlanggaran," tegasnya.
Sejauh ini, kata Awiek, Kemenag telah melakukan antisipasi terhadap sejumlah kasus travel bodong yang melakukan penipuan kepada jemaah umrah. Untuk itu, Awiek menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
"Bukankah kemenag sudah melakukan antisipasi ke depannya dengan tiga skema yang sudah disiapkan? Lalu yang sudah terjadi dilakukanlah penindakan terhadap oknum yang saat ini bergulir di persidangan," kata Awiek.
"Silakan saja diawasi proses persidangannya dan jika ada kejanggalan tinggal dilaporkan. Hal itu lebih solutif daripada sekedar keluar kata "bangsat" yang bisa menimbulkan kegaduhan baru," demikian Awiek.
Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP,
Arteria Dahlan nampak kesal terhadap Kemenag yang dinilai tidak sigap melakukan pencegahan kepada sejumlah travel yang menipu rakyat untuk berangkat ibadah umrah.
"Ini kementerian agama bangsat Pak semuanya, saya buka-bukaan Pak, saya ngomong sama Pak Menteri Agama sama Pak, malah dikatakan terimakasih Mas Arteri, saya diingatkan," kata Arteria, saat rapat kerja Kejaksaan Agung dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/3).
TERKINI
Mengenal Tiga Tokoh Pencetus Piala Dunia, Siapa Saja?
Bukan Brasil, Ini Negara Pertama yang Menang Piala Dunia
Menag Sambut Presiden Jerman Masuk Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral
Kilas Balik Lahirnya Piala Dunia: Ini Sejarah dan Fakta Menariknya