Selasa, 13/03/2018 06:55 WIB
Magelang - Menteri Pertanian (Amran), Andi Amran Sulaiman, dorong Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang memasarkan produk olahannya secara masif. Salah satunya, kecap organik merek Pamor.
"Ini saja Anda jual, Anda bisa konglomerat. Yang mahal itu ide awal, kecerdasan," ujarnya sela kuliah umum di STPP Magelang, Senin (12/3).
Awal 2026, Bapanas Pastikan Stok Beras Aman dan Harga Terkendali
AMSI Anggap Gugatan Mentan Amran Preseden Buruk Pers
Tempo Bantah Klaim Kementan, Sebut Sudah Jalankan PPR Dewan Pers
"Ini baru Yogya, bagaimana (keuntungannya) kalau (dijual) se-Indonesia," jelasnya.
Jebolan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu meminta, kecap organik menggunakan varietas Malika tersebut jangan cuma dijual di etalase skala kecil."Kembangkan. Kerja sama dengan swasta. Kasih royalti saja, sehingga nanti terlatih," usulnya.
Baginya, tiada yang mustahil, kecuali sulit. Namun dengan kebijakan tepat, semua akan tercapai. Ia mencontohkan dengan pengalamannya menggenjot produksi bawang merah, beras, dan jagung."Bisa ekspor ke Filipina dan Malaysia. Bertambah lagi devisa, petani tambah sejahtera. Bawang dulu impor, sekarang ekspor. Beras juga," jelas pembantu Presiden asal Bone ini.
Selain memasarkan kecap Pamor, Menteri Amran juga meminta STPP mendorong mahasiswanya melakukan penelitian komoditas pertanian sesuai minatnya. Dicontohkannya dengan penemuan sperma sapi Belgian Blue.Katanya, butuh 200 tahun untuk menyelesaikan riset tersebut. Hasilnya, memperoleh sapi-sapi berotot dengan bobot hingga dua ton. Sedangkan yang ada di Indonesia, umumnya 200-300 kilogram."Makanya, Aku titip mahasiswa meneliti. Pada saatnya nanti, semua temuan hebat dari STPP," pungkas Menteri Amran.
Keyword : Kementan Amran Sulaiman STPP