Hoax Ditangkap KPK, Ini Penjelasan Cagub Lampung
Kamis, 15/02/2018 12:35 WIB
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) belasan orang di Lampung dan Jakarta terkait dugaan menyuap DPRD Lampung Tengah agar menyetujui usulan pinjaman yang diajukan Pemkab kepada perusahaan BUMN di bidang pembiayaan pada Rabu (14/2) malam.
Dan saat itu media menggabarkan, salah satu yang ditangkap adalah
Mustafa. Bupati
Lampung Tengah yang saat ini calon gubernur
Lampung pada
Pilkada serentak 2018 berpasangan dengan Ahmad Jajuli yang diusung NasDem, PKS dan Hanura.
Entah dari mana kabar buruk itu,
Mustafa membantahnya. “(Rabu) Sore saya ke Jakarta sebentar ke Rumah Sakit Harapan Bunda ada yang saya obatin. Karena pagi hari harus ke sini (Lapangan Korem). Ntar ya kita ngopi-ngopi lagi,” ujarnya kepada jurnas.com melalui pesan pendek.
Dia menyesalkan begitu cepat kabar itu beredar di media massa nasional, lokal, bahkan viral di media sosial. Dirinya malah kaget ada operasi tangkap tangan yang terjadi di daerahnya. Karena selama ini, dia selalu memberikan arahan kepada seluruh jajarannya untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi korupsi.
“Alhamdulillah seperti yang teman-teman lihat saya dalam keadaan sehat walafiat dan berjalan lancar dalam menghadiri kontestansi Pilgub
Lampung. Saya mengklarifikasi dengan ikut serta apel siaga bersama Polda
Lampung dan TNI,” kata
Mustafa.
Pada pagi tadi, kata
Mustafa, telah menghadiri apel gelar pasukan pengamanan tahap kampanye dan simulasi
Pilkada Serentak 2018 di Lapangan Korem 043 Garuda Hitam, Enggal, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Kamis (15/2/2018).
"Dengan berhembusnya kabar dirinya terjaring OTT KPK adalah hoax alias berita bohong. Saya siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan dipanggil oleh KPK," ujar
Mustafa.
Mustafa meminta kepada media untuk klarifikasi hoax yang sudah beredar itu. "Saya minta sama kawan-kawan untuk diklarifikasi karena merugikan saya sebagai calon gubernur (Cagub). Saya mendukung KPK dalam upaya penegakan hukum. Dan bila perlu saya siap menghadap dan memberikan keterangan apabila diperlukan apa yang saya tahu. Jadi oleh karenanya tidak ada persoalan," tegasnya.
TERKINI
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel
Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi
Insiden Delay Bagasi Parah di Bandara KLIA, Menteri Panggil Pengelola
Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi