Lapisan Ozon di Kawasan Padat Penduduk Semakin Menipis

Kamis, 08/02/2018 04:18 WIB

Jakarta - Lapisan ozon semakin menipis. Dan ini merupakan bisa berdampak buruk bagi tumbuhan, ekosistem laut, dan kesehatan masyarakat. Sebuah penelitian terbaru dalam Jurnal Atmospheric Chemistry and Physics mengungkapkan bahwa ozon di lapisan stratosfer bawah memburuk, terutama di kawasan padat penduduk.

Sebaliknya, lapisan ozon di atas kutub mulai membaik. Menurut ilmuwan fenomena itu disebabkan oleh pelarangan penggunaan chlorofluorocarbons (CFC).

Ukuran rata-rata lubang saat pertama kali ditemukan pada 1985 telah menyusut, dari 20 juta kilometer persegi menjadi 16 juta kilometer persegi. Butuh waktu beberapa dekade sampai ozon bisa sembuh sepenuhnya.

"Pelarangan CFC telah memulihkan ozon di kutub, namun tidak demikian dengan garis lintang bawah," kata Co-Director Grantham Institute for Climate Change and the Environment, Joanna Haigh.

"Potensi bahaya di lintang bawah sebenarnya lebih buruk dari kutub. Sebab radiasi UV lebih kuat di daerah ini, dan banyak orang tinggal di sana," lanjutnya.

Para ilmuwan belum menemukan penyebab pasti kerusakan ozon di atmosfer. Namun diduga kerusakan itu ada kaitannya dengan perubahan iklim yang mengubah pola sirkulasi atmosfer, dan pelepasan zat berumur pendek (VSLSs) ke atmosfer.

TERKINI
Iran dan Oman Bakal Kelola Perlintasan di Selat Hormuz Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji 2026, Ini Sunnah Nabi dan Hikmahnya Wamen Viva Yoga Bertemu Nelayan Pantura Bahas Kesejahteraan-Perlindungan Kemnhaj Pastikan Kepulangan Jemaah RI Lancar hingga Dam Tepat Sasaran