Angelina Jolie Minta NATO Fokus pada Kekerasan Seksual

Kamis, 01/02/2018 11:11 WIB

New York - Kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak merupakan ciri peningkatan konflik. Karena itu, NATO tak boleh hanya fokus pada urusan militer semata, melainkan juga urusan pemberdayaan perempuan.

Demikian hal yang diungkapkan oleh artis cantik Angelina Jolie saat berkunjung ke kamp pengungsi Suriah, bersama kedua putrinya, Shiloh Jolie-Pitt dan Zahara Jolie-Pitt.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Markas Besar NATO tersebut, Jolie juga berbincang dengan ibu negara Prancis, Brigitte Macron, untuk membahas perang Suriah.

"Kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak adalah ciri konflik yang meningkat. Ini adalah pemerkosaan, yang digunakan sebagai senjata untuk mencapai tujuan militer atau politik, yang memengaruhi laki-laki dan anak laki-laki dan anak perempuan dan anak perempuan," kata Jolie dilansir dari E! News.

Jolie berharap NATO dapat menggelar pelatihan, pelaporan, dan pemantauan atas kekerasan seksual, sebagai upaya untuk mengakhiri kengerian yang dihadapi oleh perempuan dan anak-anak di zona perang.

Jolie merupakan utusan khusus Badan Pengungsi Persatuan Bangsa-Bangsa (UNHCR). Ibu enam anak ini juga merangkap sebagai pendiri NGO Pencegahan Kekerasan Seksual dalam Inisiatif Konflik.

TERKINI
KPK Panggil Bos Maktour Fuad Hasan Terkait Korupsi Kuota Haji Revisi UU Polri Jangan Hambat Regenerasi dan Karier Anggota Saan Pastikan Layanan Jemaah Haji di Madinah Siap, Termasuk Hotel Bintang 5 Lambang Garuda Pancasila, Mitos, dan Ideologi Bangsa