Jum'at, 19/01/2018 15:50 WIB
Amsterdam - Kelompok ekstremis sayap kanan menyerang Masjid di ibu kota Belanda, Amsterdam. Gerakan "Rechts in Verzet" mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Dalam insiden tersebut ditemukan sebuah spanduk anti-Islam dan boneka tanpa kepala di depan Masjid Sultan Emir di Amsterdam.
Kepala masjid tersebut, Kamber Sener, mengecam insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa ada banyak ekstremis kanan yang berupaya menakut-nakuti umat Muslim. Ia mengaku insiden ini baru pertama kali terjadi di wilayah tersebut.
Spanduk yang digantung di luar masjid berbunyi, "Islam harus dihentikan. Kami tidak ingin ada masjid yang berhubungan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di utara Amsterdam."
Penerima Manfaat Masjid Ramah Pemudik Naik 122 Persen Dibanding 2025
Program Masjid Ramah Pemudik Sukses di Arus Mudik 2026
Prabowo Bagikan Sembako Usai Salat Id bersama Penyintas Bencana Aceh
Wakil ketua Denk Party yang didirikan dua politikus Belanda asal Turki mengatakan, kepada Anadolu Agency, bahwa usulan partai untuk membahas serangan masjid di parlemen telah ditolak.
"Setiap saat, usulan untuk pembahasan selalu ditolak," kata Farid Azarkan.
Azarkan menyatakan kesedihannya akan minimnya pembahasan masalah tersebut di parlemen meskipun banyak serangan Islamofobia terjadi di negara tersebut.