Kelompok Ekstremis Ancam Muslim di Belanda

Jum'at, 19/01/2018 15:50 WIB

Amsterdam - Kelompok ekstremis sayap kanan menyerang Masjid di ibu kota Belanda, Amsterdam. Gerakan "Rechts in Verzet" mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam insiden tersebut ditemukan sebuah spanduk anti-Islam dan boneka tanpa kepala di depan Masjid Sultan Emir di Amsterdam.

Kepala masjid tersebut, Kamber Sener, mengecam insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa ada banyak ekstremis kanan yang berupaya menakut-nakuti umat Muslim. Ia mengaku insiden ini baru pertama kali terjadi di wilayah tersebut.

Spanduk yang digantung di luar masjid berbunyi, "Islam harus dihentikan. Kami tidak ingin ada masjid yang berhubungan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di utara Amsterdam."

Wakil ketua Denk Party  yang didirikan dua politikus Belanda asal Turki mengatakan, kepada Anadolu Agency, bahwa usulan partai untuk membahas serangan masjid di parlemen telah ditolak.

"Setiap saat, usulan untuk pembahasan selalu ditolak," kata Farid Azarkan.

Azarkan menyatakan kesedihannya akan minimnya pembahasan masalah tersebut di parlemen meskipun banyak serangan Islamofobia terjadi di negara tersebut.

TERKINI
MSF Sebut Wabah Ebola di RD Kongo Sangat Mengkhawatirkan WHO Minta Pembatasan Perjalanan Akibat Ebola Ditinjau Ulang Odegaard Tetap Bangga Meski Arsenal Gagal Juara Liga Champions Arsenal Kalah di Final, Arteta Sebut PSG Tim Terbaik di Dunia