Rabu, 17/01/2018 07:31 WIB
Jakarta - Penyiar publik Jepang NHK mengeluarkan peringatan palsu pada Selasa (16/01) agar warga berlindung dari rudal balistik yang diluncurkan dari Korea Utara.
NHK mengirimkan sebuah peringatan berita di situs web dan aplikasinya pada pukul 6:55, mengatakan "Korut kemungkinan telah meluncurkan rudal" dan juga menyiratkan bahwa sistem peringatan darurat Jepang telah diaktifkan dan mendesak orang untuk mencari perlindungan.
Namun berselang 10 menit, NHK kembali mengonfirmasi kalau peringatan tersebut adalah sebuah kesalahan. Penyiar publik kemudian mengeluarkan permintaan maaf, dengan mengatakan bahwa tidak ada laporan tentang masalah, ini semata-mata sebuah kekeliruan.
Hal serupa juga terjadi di Hawaii yakni beberapa hari lalu Badan Manajemen Darurat Hawaii secara keliru mengirim peringatan kepada warga tentang sebuah rudal balistik masuk Sabtu.
Jerman Munculkan Kembali Wacana Beli Rudal Tomahawk dari AS
Putin Tawarkan Pemindahan dan Penyimpanan Uranium Milik Iran
PM Jepang dan Australia Sepakat Amankan Pasokan Energi
Ponsel di seluruh negara bagian menerima pesan "ancaman rudal balistik akan menyerang Hawaii, segera berlindung, ini buka latihan. Petugas darurat yang secara keliru menyebabkan peringatan rudal balistik tersebut ditugaskan kembali saat menunggu penyelidikan internal.
Ketua Komisi Komunikasi Federal AS, Ajit Pai mengatakan, Hawaii tidak memiliki pengamanan yang "masuk akal" untuk mencegah peringatan yang keliru seperti pada Sabtu.
Keyword : Jepang Rudal Korea Utara