Senin, 15/01/2018 19:02 WIB
Jakarta - Lebih dari 400 pemrotes anti-pemerintah Iran yang ditahan dalam demonstrasi baru-baru ini selama sepekan terakhir dibebaskan pada Minggu (14/01) waktu setempat.
Jaksa Agung Teheran dan Abbas Jafari Dolatabadi mengumumkan pembebasan tersebut dalam sebuah pernyataan. "Setelah diselidiki, di samping 140 tahanan yang telah ditangkap selama kerusuhan dan dibebaskan dalam seminggu terakhir, 300 tahanan lainnya juga dibebaskan, beberapa di antaranya dibebaskan minggu ini," katanya.
Namun menurut juru Bicara Peradilan Iran, Gholam Hossein Mohseni Eje`i menyebutkan masih ada 55 pemrotes lain tetap ditahan, lantaran masih menjalani penyelidikan lanjutan.
Sebelumnya, seorang anggota parlemen Iran mengatakan pekan lalu bahwa sebanyak 3.700 orang ditangkap saat demonstrasi yang dimulai pada akhir Desember karena kenaikan harga pangan dan masalah ekonomi lainnya.
Israel Diduga Membangun Pos Militer Rahasia di Irak untuk Lawan Iran
Ini Isi Proposal AS untuk Mengakhiri Perang dengan Iran
Inilah 6 Poin yang Jadi Kendala dalam Negosiasi Iran dan AS
Dilansir UPI, menurut juru bicara Polisi Nasional, Saeed Montazer al-Mahdi, mayoritas pemrotes yang ditangkap dibebaskan dengan jaminan, namun para pemimpin demonstran masih menjalani proses di pengadilan.
Sedikitnya 21 orang tewas dan ratusan lainnya cedera dalam demonstrasi tersebut. Seorang mahasiswa berusia 22 tahun bernama Sina Ghanbaru, meninggal dalam tahanan.
Keyword : Demonstran Iran Kenaikan Harga