21 Aplikasi Kencan Online di China Ditutup

Kamis, 11/01/2018 01:49 WIB

Jakarta - Aplikasi kencan yang dijalankan oleh 21 perusahaan di China telah ditutup di tengah dugaan kecurangan yang melibatkan ratusan ribu pelanggan.

Beberapa aplikasi mengklaim bahwa pelanggan dapat mengobrol dengan gadis seksi secara online, namun klien menemukan pesan sendiri dan menerima jawaban dari program komputer kecerdasan buatan alias robot.

Dilansir SCMP, penipuan lainnya melibatkan pelanggan yang membayar untuk menonton video dengan konten seksual, namun tidak dapat memuat dan melihat filmnya.

Departemen keamanan publik di provinsi Guangdong selatan mengatakan bahwa kasus tersebut melibatkan ratusan ribu pelanggan dan kecurangan tersebut meraup keuntungan lebih dari 1 miliar yuan (154 juta dollar). Lebih dari 600 tersangka telah ditangkap.

Polisi mengatakan mereka menemukan pada Agustus lalu bahwa beberapa aplikasi kencan meminta pengguna membayar biaya VIP sebesar 200 yuan untuk mengobrol dengan gadis seksi.

Salah satu aplikasi tersebut, yang diidentifikasi sebagai Moucheng, menipu lebih dari satu juta pengguna yang membayar 340 juta yuan.

Aplikasi yang beroperasi dengan berbagai nama perusahaan, tersebar di 13 provinsi dan kota di China, termasuk Shanghai, Beijing, Hangzhou dan Shenzhen.

TERKINI
6 Fase Perjalanan Manusia Setelah Hari Kiamat Bunyi Piagam Jakarta Sebelum Diubah Menjadi Pancasila Rupiah Melemah, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi Pasar Modal Ketua Banggar: BGN Harus Benahi Tata Kelola Demi Keberhasilan MBG