Minggu, 07/01/2018 15:21 WIB
Khartaoum - Pemerintah Sudan menutup perbatasannya dengan Eritrea, satu minggu setelah pemerintah pusat di Khartoum mengumumkan keadaan darurat untuk wilayah Kassala.
Kebijakan tersebut diambil tak lama setelah pemerintahan Gubernur Kassala, Adam Jamaa, membantah laporan mengenai penempatan pasukan tentara untuk perlucutan senjata di wilayah tersebut.
Kantor berita SUNA mengatakan Jamaa mengeluarkan keputusan untuk meutup seluruh perbatasan dengan Eritrea, berdasar pada sebuah keputusan presiden yang mengumumkan keadaan darurat di Kassala.
"Kebijakan tersebut efektif pada 5 Januari 2018," ungkap kantor berita tersebut.
Diserang Saat Sidang Sengketa, 35 Warga Sipil Tewas Dihantam Drone Militer
PBB: Krisis Sumber Daya Picu Perang Saudara di Sudan
Pemerintah Sudan Selatan Dituding Halangi Bantuan Kemanusiaan
Pada Jumat (5/1), menurut Anadolu, pemerintah Gubernur Kassala membantah laporan mengenai penutupan perbatasan dua negara. Media lokal sebelumnya melaporkan bahwa militer Mesir dan kelompok pemberontak dari wilayah Darfur telah ditempatkan di sepanjang perbatasan Eritrean.
Pada Senin besok, parlemen Sudan akan menyelenggarakan sidang untuk membahas keputusan presiden yang mengumumkan enam bulan status keadaan darurat di wilayah Kassala dan Kordofan Utara.