Empat polisi tewas Saat Tangani Teroris

Jum'at, 29/12/2017 16:30 WIB

Jakarta - Catatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sepanjang tahun 2017, sudah menangkap 172 pelaku aksi terorisme di Indonesia.  Jumlah ini mengalami peningkatan dibanding sebelumnya yaitu 163 orang di 2016.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Katanya, meningkatnya jumlah pelaku teror karena semakin banyaknya rencana aksi teror yang dilakukan oleh para teroris, atau bisa juga karena semakin baiknya langkah proaktif dan preventif polisi dalam menindak para pelaku teror.

Dari 172 orang tersebut, sebanyak 76 orang di antaranya sedang menjalani proses persidangan, 68 orang sedang menjalani penyidikan, 16 orang meninggal akibat dilumpuhkan oleh polisi, sepuluh orang telah mendapat vonis, dan dua orang tewas saat sedang melakukan aksi terorisme.

Pemberantasan terorisme tersebut juga mengambil korban dari pihak kepolisian. "Pada 2017, ada empat personel kepolisian yang meninggal akibat aksi terorisme dan ada 14 personel yang terluka," kata Tito.

Tito mengungkapkan bahwa dari empat orang personel yang gugur tersebut tiga di antaranya tewas dalam aksi ledakan Kampung Melayu pada Mei 2017 sementara satu orang lainnya tewas dalam Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah, yang bertujuan untuk memburu sisa kelompok teroris Santoso. (Anadolu)

TERKINI
Legislator PKS: Program Kemah Bela Negara Perkuat Semangat Kebangsaan Komisi IV DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Musim Kemarau Legislator Usulkan Upah Minimum Tenaga Kesehatan Masuk RUU Ketenagakerjaan Komisi III Minta RUU Perampasan Aset Bisa Sasar Kasus Judol