Sabtu, 16/12/2017 14:57 WIB
Jakarta - Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan, peringatan dini Tsunami gempa Jawa Barat telah berakhir pada pukul 02.30 WIB.
Berdasarkan laporan BPPD, tidak ada tsunami di sepanjang pantai selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Begitu juga dengan muka air laut yang normal di Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Bantul, Kulon Progo, Cianjur, Garut, Sukabumi, Cilacap dan Kebumen.
“Tercatat, terjadi 5 kali gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil. Hal tersebut merupakan hal yang wajar, mengingat lempeng bumi yang mencari keseimbangannya,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (16/12).
BMKG Prakirakan Sebagian Jakarta Cerah pada Pagi Hari
Kemarau 2026 Lebih Kering, BMKG Dorong Penguatan Mitigasi Lintas Sektor
BMKG Umumkan Kemarau 2026 Lebih Kering Dibanding Rata-rata Selama 30 Tahun
Seiring berakhirnya peringatan dini Tsunami, BNPB mengimbau masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing. Dan, sebelum memasuki rumah, terlebih dahulu memeriksa kerusakan pada bagian struktur bangunan.
“Apabila terdapat kerusakan pada struktur bangunan, disarankan untuk ke rumah kerabat terdekat,” terang Sutopo.
Namun demikian, BNPB mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Gempa bumi dapat terjadi setiap saat di daerah-daerah rawan gempa.
Saat terjadi gempa, warga diminta segera keluar dari rumah dan bangunan, dan berlindung di tempat aman.
Gempa bumi berkekuatan 6,9 SR mengguncang Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta pada Jumat (15/12) malam pukul 23.47 WIB. Getaran gempa bahkan juga dirasakan oleh warga ibu kota.
Keyword : Gempa Bumi Bencana alam BMKG