Kamis, 14/12/2017 10:36 WIB
Jakarta - Untuk kepentingan Pilpres 2019, Aziz Syamsuddin menyerah sebelum bertanding pada perebutan pucuk pimpinan Partai Golkar. Aziz mengurungkan niatnya untuk maju sebagai calon ketua umum (Caketum) di Munaslub Partai Golkar.
Selain kepentingan Pilpres 2019 dan Pilkada 2018, Aziz beralasan tidak ingin ada kegaduhan di internal partai berlambang pohon beringin itu.
"Partai kan tidak boleh gaduh. Ada kepentingan yang lebih besar, Pilkada 2018 dan Pilpres 2019," kata Aziz, usai rapat pleno di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (13/12).
Dengan mundurnya Aziz, maka Airlangga Hartarto terpilih sebagai Ketum Golkar menggantikan Setya Novanto. "Saya kira ini untuk menyelamatkan Partai Golkar," terangnya.
Golkar Nilai Open House Sederhana Relevan di Tengah Tantangan Ekonomi
Sekjen Pastikan Adies Kadir Sudah Mundur dari Jabatan Waketum Golkar
Rizki Faisal: Arahan Ketum Bahlil di Rapimnas Tegaskan Golkar Egaliter
Terkait posisi Ketua DPR, Aziz menyerahkan sepenuhnya kepaa Airlangga selaku Ketum Golkar terpilih. Menurutnya, penugasan Ketua DPR merupakan hak prerogatif Ketum partai.
"Saya serahkan ke Pak Airlangga. Saya ikut saja perintah partai," tegas Aziz.
Keyword : Ketum Golkar Pilpres 2019 Aziz Syamsuddin