Kata Fayakhun, Kriteria Pemimpin Golkar Milenial Ada di Airlangga Hartarto
Minggu, 26/11/2017 22:05 WIB
Jakarta - Ketua Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi menilai, Golkar akan tetap menjadi pemenang di panggung politik Indonesia ketika dipimpin oleh Ketua Umum yang mampu membaca tuntutan zaman serta sesuai dengan selera zaman "Now". Fayakhun meyakini Airlangga Hartarto merupakan sosok yang saat ini tepat memimpin partai berlambang pohon beringin.
Bukan tanpa alasan hal itu disampaikan Fayakhun. Sebab, tantangan politik yang dihadapi Golkar di era zaman Now memiliki perbedaan yang sangat signifikan dibandingkan era-era awal reformasi.
"Semua keunggulan yang dimiliki Golkar akan menjadi maksimal dalam memenangkan Golkar dalam kompetisi politik baik daerah maupun nasional kalau dipimpin oleh
Airlangga Hartarto," kata Fayakhun, dalam keterangannya, Minggu (26/11/2017).
Alasan Pertama, kata Fayakhun, Airlangga sosok yang sangat familiar dengan dunia teknologi informasi. Dia tak hanya mengerti, tapi adalah pengusaha yang memanfaatkan kecanggihan digital baik dalam bisnis, organisasi, maupun dalam mengemban tugas-tugas negara.
"(Alasan) kedua, sosok Airlangga itu mewakili selera milenial: trendi dan bersahabat, tak berjarak. Airlangga jauh dari kesan ngebosi, sesuatu yang tidak disukai generasi milineal," ucap dia.
Ketiga, lanjut Fayakhun, Airlangga merupakan sosok yang cerdas, intelek dalam berkomunikasi dan bergaul. Era milinel adalah era transparan dan dialogis.
"Ketua Umum harus siap berdialog secara cerdas kapan pun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun. Airlangga mempunyai kemampuan untuk itu," tegas dia.
Disisi lain, ditambahkan Fayakhun,
Partai Golkar memiliki semua persyaratan ideal menjadi partai pemenang. Pertama, dari segi sumber daya.
"Golkar partai yang paling unggul. Golkar tak pernah mengalami defisit kader dan tokoh. Bahkan cenderung berlebih. Kelebihan stok itu tak hanya di tingkat nasional tapi juga di daerah," tutur dia.
Kedua, infrastuktur partai Golkar paling lengkap dan paling siap. Merata di semua daerah. Ketiga, sumber daya dana kader-kader Golkar juga cenderung lebih baik.
"Tapi semua keunggulan ini bisa menguap tak bermakna jika Golkar dipimpin oleh sosok yang tidak memiliki visi dan kedekatan dengan selera melinial," tandas Fayakhun.
TERKINI
Jemaah Haji Aceh 2026 Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp9,2 Juta Per Orang
Kementerian UMKM Dorong Gen-Z Kembangkan Produk Sawit Berdaya Saing
Dikhianati Sahabat? Ini Sikap yang Dianjurkan dalam Islam
Apel Siaga Kades se-Sulsel, Mendes Minta Wujudkan Asta Cita ke-6 Presiden