Trump Sebut Pelaku Pembataian di Masjid Mesir Pengecut

Sabtu, 25/11/2017 09:43 WIB

Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengutuk serangan bom dan senjata pada Jumat (24/11) yang menewaskan lebih dari 200 orang di sebuah masjid di Mesir. Ia juga menyampaikan pesan duka citanya kepada rekannya, Abdel Fattah al-Sisi atas insiden tersebut melalui akun Twitternya.

"Dunia tidak dapat mentolerir terorisme. Kita harus mengalahkan mereka secara militer dan mendiskreditkan ideologi ekstremis yang menjadi dasar keberadaan mereka!" dia menulis di Twitter.

Menurut keterangan saksi mata, ledakan bom di masjid Rawda, provinsi Sinai Utara, Mesir disusul oleh serangan bersenjata ke para jamaah yang usai melakukan salat jumat.

Media negara mengatakan jumlah korban tewas  dalam insiden tersebut sekitar 235. Masjid tersebut, yang terletak kira-kira 40 kilometer (25 mil) barat ibukota Sinai Utara, El-Arish, sering dikunjungi oleh para sufi, yang dianggap sesat oleh kelompok Islamic State Iraq and Syria (ISIS) dan kelompok militan lainnya.

Dalam Twittnya, Trump mengatakan, "Serangan teroris yang mengerikan dan pengecut terhadap para jamaah yang tidak berdosa dan tidak berdaya di Mesir."

Gedung Putih mengecam serangan tersebut. Ia kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus berdiri dengan Mesir dalam menghadapi terorisme.

"Masyarakat internasional tidak dapat mentoleransi kelompok teroris barbar dan harus memperkuat upayanya untuk mengalahkan terorisme dan ekstremisme dalam segala bentuknya," katanya

TERKINI
KPK Berpeluang Panggil Raja Juli Terkait Korupsi Pelepasan Lahan Kuansing Empat Klub Liga Premier Disanksi UEFA, Aston Villa Terberat Bupati Kuansing Terjerat Suap Jabatan dan Pelepasan Kawasan Hutan Tiga Bulan Menjabat, Ashley Cole Mundur dari Pelatih Serie B