Rabu, 22/11/2017 09:54 WIB
Beirut - Presiden Lebanon Michel Aoun menolak pernyataan Liga Arab yang menyebut Hizbullah sebagai teroris, menyusul pertemuan yang dipimpin Arab Saudi pada Minggu (19/11).
Dilansir Al arabiya, Rabu (22/11), pernyataan itu disampaikan Aoun saat mengunjungi Beirut. Ia dengan tegas menolak pernyataan Liga Arab yang menyebut pemerintah Lebanon bermitra dengan teroris dalam bertindak.
Ini terjadi setelah para menteri luar negeri Liga Arab mengadakan pertemuan puncak yang luar biasa di Kairo atas permintaan Arab Saudi setelah pemberontak Houthi di Yaman melepaskan sebuah rudal balistik ke wilayah Saudi.
Pernyataan terakhir KTT tersebut menyebut Hizbullah, yang merupakan mitra pemerintah Lebanon, yang bertanggung jawab mendukung kelompok teroris di negara-negara Arab dengan senjata canggih dan rudal balistik.
Pemerintah Diminta Prioritaskan Keamanan WNI di Lebanon
Iran: Keamanan Hormuz Bergantung pada Kebebasan Ekspor Minyak Iran
Israel Selidiki Foto Tentara IDF Hancurkan Patung Yesus di Lebanon
Kelompok tersebut meminta kelompok yang didukung Iran untuk menghentikan penyebaran ekstremisme dan sektarianisme, serta berhenti mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan untuk berhenti mendukung terorisme dan teroris di wilayah sekitarnya.
Lebanon, yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut melalui Antoine Azzam, perwakilan tetap di liga tersebut, karena ketidakhadiran Menteri Luar Negeri Gebran Bassil menyuarakan keberatan atas peran Hizbullah.
Keyword : Lebanon Saad Hariri Iran Hizbullah Teroris