Sabtu, 18/11/2017 07:28 WIB
Kaira - Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri melalui Twitter miliknya pada Jumat (17/11) mengatakan sedang dalam perjalanan menuju bandara di Arab Saudi.
"Anggapan saya ditahan di Arab Saudi dan tidak diizinkan meninggalkan negara itu adalah sebuah kebohongan. Saya sedang dalam perjalanan ke bandara," kicau Hairi
Sebelumnya, seorang anggota partainya mengatakan Hariri akan meninggalkan Riyadh ke Prancis pada Jumat. Dan, ia tidak akan kembali ke Beirut setelah kunjungan tersebut.
Hariri mengumumkan pengunduran dirinya pada Sabtu (4//11) dalam sebuah perjalanan ke Arab Saudi. Keputusan mengejutkan itu membuat negaranya merosot ke dalam ketidakpastian di tengah meningkatnya ketegangan regional.
DPR Minta TNI dan Kemlu Perkuat Koordinasi Selamatkan WNI Disandera Somalia
Perkuat Pertahanan Udara, Iran Beli 400 Rudal Pertahanan dari China
Israel Mulai Tarik Pasukan, Hizbullah Menolak Pelucutan Senjata di Lebanon
Dalam pidato pendunduran dirinya di Riyadh, Hariri mengkritik kelompok Iran dan Hizbullah karena campur tangan mereka dalam urusan Arab. Hariri mengatakan takut hidupnya bernasib seperti ayahnya, almarhum perdana menteri Rafik Hariri, dibunuh pada 2005.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi mengatakan pengunduran diri Hariri adalah skenario yang diatur oleh Saudi, mendesak Riyadh untuk mengambil pendekatan yang realistis terhadap isu-isu regional.
"Seperti kata Aoun (presiden Lebanon), hubungan Iran-Lebanon sangat bersahabat dan Republik Islam selalu menghormati pendapat, kemerdekaan dan kebebasan Lebanon," kata Qassemi.
Keyword : Lebanon Arab Saudi Saad Hariri Iran