Minggu, 29/10/2017 17:08 WIB
Tehran - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Teheran akan terus memproduksi rudal demi tujuan pertahanan, dan tidak melihatnya program pengembangan rudal tersebut melanggar kesepakatan internasional.
Dalam pidato di parlemen pada Minggu, Rouhani juga menyerang Amerika Serikat, dengan menyebut negosiasi dengan Washington hanyalah "kegilaan."
"Kami telah membangun, sedang membangun dan akan terus membangun rudal, dan ini tidak melanggar kesepakatan internasional PBB 2231," kata Rouhani dalam sebuah pidato di parlemen, dilansir Al jazeera, Minggu (29/10)
Komentar Rouhani terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak untuk mengesahkan kepatuhan Iran terhadap kesepakatan 2015 yang membatasi program nuklir Teheran dengan imbalan bantuan sanksi.
Serangan Drone Iran Ancam MoU Gencatan Senjata dengan AS
Iran Sebut Serangan AS Langgar MoU Perdamaian
NATO Ungkap 5.000 Penerbangan Militer AS Sokong Operasi Lawan Iran
Trump berulang kali mengkritik kesepakatan tersebut, yang dinegosiasikan oleh pemerintahan Obama dan diabadikan di bawah Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2231, sebagai kesepakatan terburuk yang pernah ada dan memalukan.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Teheran sepakat membatasi program nuklirnya yang disengketakan sebagai pengganti meringankan sanksi ekonomi.
Tehran berulang kali menolak pengembangan rudalnya yang melanggar resolusi tersebut, dengan mengatakan misilnya tidak dirancang untuk membawa senjata nuklir.
Pada Sabtu, tentara Iran Brigadir Jenderal Ahmad Reza Pourdastan juga menolak gagasan untuk menegosiasikan kemampuan rudal negara tersebut. Ia mengatakan, "Kemampuan rudal kami sama sekali tidak dapat dinegosiasikan," kata kantor berita Tasnim Iran mengutip Pourdastan.
Keyword : Iran Kesepakatan Nuklir Amerika Serikat PBB