Senin, 23/10/2017 01:34 WIB
Jakarta – Dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2017, yang jatuh setiap 22 Oktober, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa santri sudah menjadi identitas bangsa Indonesia sejak dulu kala.
Secara historis, santri mengusung model dan tradisi pendidikan yang berkaca pada masa awal masuknya Islam ke Indonesia. Kemudian, santri juga memiliki keterlibatan besar dalam perlawanan rakyat mengusir penjajah.
“Pendidikan santri kaya pengalaman secara historis menghadapi kekuatan asing di Nusantara,” kata Cak Imin (panggilan Muhaimin, Red) lewat akun Twitternya, Minggu (22/10).
Selain kaya pengalaman, kata Cak Imin, santri bisa mengambil berbagai peran untuk membangun kepribadian bangsa. Di antaranya menanamkan contoh pergaulan yang majemuk tanpa memandang aspek suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Legislator PKB Optimistis Pariwisata Tetap Tumbuh Meski Rupiah Tertekan
Gus Muhaimin Terharu Melihat Pelayanan Haji 2026
Legislator PKB Nilai Akses Pasar Jadi Tantangan Besar UMKM Indonesia
“Pergaulan santri menyatu di antara sesama anak bangsa se-Nusantara, tanpa melihat aspek SARA,” tambahnya.
“(karenanya) Santri memiliki kekuatan sebagai perekat budaya, pertahanan dan mobilisasi kekuatan bangsa,” tegas Cak Imin.
Keyword : Hari Santri Nasional PKB Muhaimin Iskandar