Panglima TNI Ditolak, Sikap AS Ngawur dan Patut Dicurigai

Minggu, 22/10/2017 23:33 WIB

Jakarta - Romobongan delegasi Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke negara Amerika Serikat. Sedianya, Gatot akan menghadiri undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Durford, Jr di Washington DC.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, keterangan kedutaan besar (Kedubes) Amerika di Jakarta terkait penolakan Panglima TNI tidak boleh dianggap ringan.

"Kementerian luar negeri kita tidak boleh mudah puas atas keterangan pemerintah Amerika Serikat yang telah melakukan tindakan yang mengganggu sekali hubungan dua negara," kata Fahri, melalui pesan singkatnya, Jakarta, Minggu (22/10).

Menurut politisi asal NTB itu, menteri luar negeri harus melakukan investigasi lebih jauh. Sebab, tidak mungkin kesalahan yang dilakukan itu teknis dan administratif semata.

"Kita patut mencurigai bahwa di belakang keputusan ngawur itu meski telah dikoreksi ada maksud lain yang lebih besar," tegas politikus PKS itu.

Menurutnya, tidak cukup jika Kedubes Amerika di Jakarta yang memberikan keterangan tetapi harus pihak yang mengundang atau Kemenlu Amerika Serikat yang harus bertanggungjawab atas kejadian ini.

"Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dan berdaulat tidak boleh menerima begitu saja perlakuan yang tidak punya etika kepada pejabat Indonesia. Sikap itu harus mereka ketahui bahwa kita tidak mudah menerima," tegasnya.

TERKINI
Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas pada Hari Ini Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi Insiden Delay Bagasi Parah di Bandara KLIA, Menteri Panggil Pengelola