Tangkis Label Negatif, Jokowi Diminta Gandeng Cawapres Santri

Sabtu, 21/10/2017 04:39 WIB

Jakarta - Presiden Jokowi diminta untuk menggandeng calon wakil presiden (Cawapres) dari kalangan santri pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Hal itu untuk menangkis label negatif yang selama ini menyerang Jokowi.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan, untuk menghilangkan label yang menyebut Jokowi anti Islam dan pro komunis, maka cawapresnya harus dari kalangan Islam moderat.

"Saya menyampaikan kepada Pak Jokowi, cawapres paling ideal untuk beliau adalah figur Islam moderat. Sebab, wajah Islam moderat dibutuhkan untuk menampik label negatif yang disematkan lawan-lawan politiknya terhadap Jokowi," kata Romi, melalui rilisnya, Jakarta, Jumat (20/10).

Menurutnya, label negatif kepada Jokowi akan patah dengan sendirinya jika menggandeng Cawapres dari kalangan santri. Apalagi, semua label kepada Jokowi itu tidak benar. "Sebagai contoh, adalah penetapan Hari Santri yang justru ditetapkan oleh Pak Jokowi sendiri," terangnya.

Menurutnya, Jokowi masih menjadi yang terbaik untuk memimpin Indonesia ke depan. Untuk itu, PPP meyakini eletabilitas Jokowi tidak akan tertandingi jika berpasangan dengan kalangan santri.

"Hal ini sesuai dengan fenomena coat tail effect atau efek ekor jas. Dimana parpol yang tidak memiliki capres/cawapres sendiri, akan dirugikan dengan fenomena tersebut," tandasnya.

TERKINI
71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui