Rabu, 11/10/2017 08:44 WIB
Barcelona - Pemimpin Catalunya Carles Puigdemont memproklamasikan kemerdekaannya dari Spanyol. Namun pemberlakuan kemerdekaan akan ditunda sambil menunggu pembicaraan dengan pemerintahan Madrid.
"Saya menerima mandat bahwa Catalunya harus menjadi negara merdeka dalam bentuk republik. Saya mengajukan penundaan pemberlakuan pernyataan kemerdekaan untuk melakukan pembicaraan guna mencapai penyelesaian yang disepakati," kata Puigdemont di gedung parlemen wilayah di Barcelona, Selasa.
Puigdemont tidak mengatakan mencari dukungan terbuka dari parlemen bagi kemerdekaan dalam pemungutan suara, langkah yang bisa menutup peluang bagi penyelesaian apa pun. Namun, pernyataan kemerdekaan itu membuat Spanyol berada dalam ketidakpastian.
Pemerintah Spanyol menilai pendeklarasian kemerdekaan secara sepihak merupakan tindakan ilegal. Madrid berjanji akan menegakkan hukum dan demokrasi jika parlemen wilayah otonomi itu meneruskan langkahnya menuju kemerdekaan.
Madrid Selangkah Lagi Amankan Ibrahima Konate, Perez Beri Sinyal Kuat
Barcelona Resmi Datangkan Anthony Gordon dari Newcastle United
Jelang Turnamen di Spanyol, FFI Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas
Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy bisa mengambil tindakan, yang tidak pernah terjadi sebelumnya, untuk membubarkan parlemen Catalunya dan menggelar pemilihan wilayah baru, yang disebut dengan "opsi nuklir".
Pemerintahan Madrid juga bisa meminta pengadilan untuk menyatakan proklamasi kemerdekaan sebagai tindakan yang melanggar undang-undang dasar. (Ant)