Senin, 17/06/2019 23:13 WIB
Jakarta, Jurnas.com – Jawaban paling sering kamu dengar mungkin tidak. Alasannya, karena saat menstruasi terjadi peluruhan sel telur di dalam rahim, yang mengakibatkan sperma tidak bisa dibuahi. Tapi, bagaimana kalau jawabannya adalah iya?
Dikutip dari Pop Sugar, pertama-tama kamu harus memahami siklus menstruasi bekerja. Intinya, menstruasi adalah peluruhan lapisan endometrium yang terdapat di dalam rahim. Pada saat hari pertama menstruasi, kadar hormon akan menurun dan darah menstruasi mengali dari rahim menuju lubang kecil di leher rahim, untuk menumpahkan lapisan jaringan.
Kemudian, pada hari ke-14 dalam siklus menstruasi bulanan, hormon menyebabkan folikel dewasa di ovarium pecah. Kemudian ia akan melepaskan sel telur menuju ovarium untuk melakukan proses ovulasi (pembuahan).
Sel telur bergerak ke Tuba Falopi menuju rahim, sehingga sperma bisa bersatu dengan sel telur di sini. Bila sel telur tidak dibuahi, maka telur sel telur akan pecah dan ditumpahkan selama periode menstruasi tersebut.
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah
Berbagai Manfaat Berjemur di Pagi Hari untuk Tubuh Anda
Kemungkinan hamil saat menstruasi memang terhitung rendah. Namun tetap saja hal itu bisa terjadi.
“Jika salah satunya memiliki siklus hidup yang lebih pendek, ada kemungkinan Anda bisa hamil saat berhubungan seks selama masa menstruasi,” tulis American Pregnancy Association.
Perlu diketahui, sperma dapat bertahan selama lima hari sejak dilepaskan. Jadi, jika kamu melakukan hubungan seks di akhir masa menstruasi, maka secara hipotesis, empat hingga lima hari kemudian, sperma tersebut bisa dibuahi.