Saudi Beli Peralatan Militer AS Besar-besaran

Sabtu, 07/10/2017 12:01 WIB

Jakarta - Pihak Pentagon mengatakan pemerintah Amerika Serikat kemungkinan akan menyetujui penjual sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke Arab Saudi senilai USD15 miliar atau Rp202,5 triliun.

Terminal High Altitude Area Defense, yang dipasok ke tetangga Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab, adalah salah satu baterai anti-rudal yang paling mumpuni di gudang senjata Amerika Serikat dan dilengkapi dengan sistem radar tingkat lanjut.

Pemerintah Arab Saudi meminta untuk membeli 44 peluncur THAAD dan 360 rudal, serta stasiun kontrol kebakaran dan radar.

"Penjualan ini melampaui kepentingan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Seriakt, dan mendukung keamanan jangka panjang Arab Saudi dan kawasan Teluk dalam menghadapi ancaman regional dan Iran," kata badan keamanan Pertahanan Pertahanan Pentagon dalam sebuah pernyataan pada Jumat.

Penjualan bisa berlanjut jika Kongres Amerika Serikat tidak keberatan dalam 30 hari mendatang. Penyebaran THAAD baru-baru dilakukan militer Amerika Serikat di Korea Selatan untuk melindungi kemungkinan serangan Korut menuai kecaman dari Beijing, yang khawatir sensornya dapat menembus wilayah udara China dan mengganggu keseimbangan kekuasaannya.

Namun departemen negara mengatakan akan menyarankan Kongres bahwa, di tangan Saudi, sistem tersebut akan bertindak untuk menstabilkan situasi di Teluk dan membantu mempertahankan pasukan Amerika Serikat di wilayah tersebut dan sekutu mereka.

"Penjualan peralatan dan dukungan yang diusulkan ini tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di wilayah ini," katanya.

Raksasa Aerospace Lockheed Martin Co adalah kontraktor utama untuk sistem THAAD, dengan kontraktor pertahanan Raytheon Co memainkan peran penting dalam penerapannya.

TERKINI
CENTOM Sebut Hampir 400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental Vidic Nilai Carrick Sosok yang Tepat Tangani Manchester United Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Dewas