Korut Percepat Senjata Nuklirnya, Jika AS Jatuhkan Sanksi Baru

Selasa, 19/09/2017 06:36 WIB

Jakarta - Korea Utara  mengatakan semakin banyak sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat dan para sekutu-sekutunya terhadap negaranya, maka ia akan semakin mempercepat kekuatan nuklirnya.

“Sanksi terakhir DK PBB adalah tindakan bermusuhan yang paling kejam, tidak etis dan tidak berperikemanusiaan, yang secara fisik memusnahkan rakyat DPRK, apalagi sistem dan pemerintahannya,“ kata juru bicara Kementerian Luar Negerinya, dilansir Reuters, Selasa (19/9)

Sanksi DK PBB terbaru mencakup pembatasan pasokan minyak mentah ke Korea Utara pada tingkat yang saat ini dan pengurangan komoditas lainnya. Mereka juga, melarang impor tekstil.  Sanksi tersebut diberlakukan, menyusul uji coba nuklir keenam dan paling kuat awal bulan ini.

Saat Trump menyampaikan pesan keras untuk  menghukum negara yang terisolasi tersebut, Moskow dan Beijing berdiri sebagai pihak penenang, keduanya menghimbau  semua pihak menghindari eskalasi yang tidak berguna.

Pada Senin, kepala majelis tinggi Rusia untuk Hubungan Internasional mengatakan, Moskow tidak akan mengizinkan Paman Sam atau negara manapun untuk memprovokasi Korea Utara dalam sebuah konflik militer, di tengah kekhawatiran penggunaan senjata pemusnah massal di dekat perbatasan negara tersebut

TERKINI
Pelatih Atletico Akui Arsenal Lebih Layak ke Final Liga Champions Legislator Soroti Kasus MBG Berbelatung di Pekalongan: Ini Kelalaian Serius DPR Dorong KEK Kura-Kura Island Utamakan Mitigasi Lingkungan Istri Sekjen Demokrat Raih Penghargaan di Ajang Leading Women Awards 2026