Rabu, 13/09/2017 08:37 WIB
Kairo - Organisasi Amnesty International mendesak pemerintah Mesir untuk membebaskan 24 aktivis Nubia yang ditahan pekan lalu. Mereka dibekuk lantaran melakukan demonstrasi tanpa izin untuk mendapatkan pemukiman di tepi sungai Nil, Selasa (12/9)
Selama setengah abad, warga Nubia meminta pemerintah Mesir di Kairo untuk menginzinkan mereka tinggal di tepi sungai Nil, kampung nenek moyang mereka 3.000 tahun lalu.
“Pemerintah Mesir memandang sebelah mata warga Nubia, mengabaikan tuntutan mereka kembali ke tanah bersejarah mereka dan memperlakukan aktivis Nubia sebagai sesuatu yang mencurigakan,“ kata Direktur Kampanye Afrika Utara Amnesty International Najia Bounaim dikutip dari Reuters, Rabu (13/9)
“Alih-alih memperlihatkan dengan jelas, Pemerintah Mesir mencela hak Nubia atas kebebasan berekspresi. Mereka berkumpul terus menerus untuk menahan aktivis Nubia atas demonstrasi damai mereka, pihak berwenang harus segera melepaskan 24 aktivis ini dari tahanan,“ tambahnya
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?
Arkeolog Temukan Makam Berusia 3.000 Tahun di Mesir
Meski Didepak Argentina, Timnas Mesir Tetap Dapat Penghargaan dari Al-Sisi
Menurut pernyataan tersebut, para aktivis sebelumnya tidak melakukan pemberontakan sebelum dikelilingi dan dipukuli oleh petugas keamanan Mesir. Pengacara aktivis, Mohamed Abdel Salam, mengatakan, pekan lalu, mereka dituduh menghasut protes dan mengganggu keamanan publik.
Keyword : Mesir Nubia Amnesty International