Kamis, 17/08/2017 13:01 WIB
Jakarta – Pesawat N219 hasil kerjasama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akhirnya mengudara perdana pada Rabu (16/8) kemarin di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menegaskan pesawat tersebut asli dibuat oleh tangan Indonesia.
“Memang asli dibuat oleh anak bangsa, tidak ada keterlibatan asing sama sekali,” ujar Menteri Nasir, Kamis (17/8) di Puspiptek, Serpong.
Penerbangan N219 bukan hanya sekedar membuktikan bahwa Indonesia mampu memproduksi pesawat sendiri. Menurut Nasir, mengudaranya N219 merupakan penantian selama 22 tahun, sejak penerbangan N250 buatan BJ Habibie pada 1995 silam.
“Jadi, bisa dikatakan tahun ini adalah tahun kebangkitan dirgantara Indonesia,” katanya.
Kementrans Dorong Pemanfaatan Iptek, Transmigrasi jadi Pilihan Masa Depan
PTDI Bicarakan Pemanfaatan Pesawat N219 di Business Matching Indo Defence 2024
PTDI Perlihatkan Pesawat N219 Pesanan Kemhan
Dalam uji coba perdananya, N219 dikemudikan oleh Kapten Esther Gayatri Saleh dan kopilot Kapten Adi Budi Atmoko. Burung besi tersebut lepas landas mulai pukul 09.15 WIB dan terbang selama kurang lebih 25 menit, sebelum akhirnya mendarat kembali pada pukul 09.40 WIB.
Sesuai kemampuannya, Pesawat N219 hanya digunakan sebagai alat angkut ringan, yakni penerbangan di daerah perintis, daerah terencil, pedalaman, atau daerah yang tidak memiliki landasan udara panjang.
Keyword : Iptek Pesawat N219 Kemristekdikti