Kebijakan Baru AS Ancam Ekonomi Uni Eropa

Senin, 07/08/2017 10:07 WIB

Jakarta –  Sejumlah  pengamat memprediks sanksi  baru Amerika Serikat terhadap Iran mempengaruhi Uni Eropa, sebab Negeri Para Mullah merupakan pemasok energi utama ke negara-negara Eropa setelah pembatasan ekonomi terhadapnya dicabut dua tahun lalu di bawah kesepakatan nuklir 2015

Semyon Baghdasarov, direktur Pusat Studi Timur Tengah dan Asia Tengah, mengatakan dalam wawancara baru-baru ini dengan RT,  sanksi baru terhadap Iran akan memiliki konsekuensi negatif bagi banyak negara Uni Eropa.

“Bagi orang Eropa, ini akan menyakitkan, mereka salah satu konsumen utama hidrokarbon Iran, mereka memandang pasar Iran sebagai wilayah investasi mereka dan sekarang mereka melawan tanda pemberhentian yang besar. Karena itu, tentu saja, mereka Bereaksi negatif terhadap pembatasan anti-Iran,” kata Baghdasarov dikutip Financial Tribune pada Senin (7/8)

Karine Gevorgyan, seorang pengamat politik, juga mengatakan kepada RT, Eropa tidak tertarik dengan sanksi anti-Iran. Ia mengatakan, Inggris, sekutu terdekat AS, skeptis terhadap inisiatif Negeri Paman Sam tersebut.

“Mengingat ketidakpastian kebijakan luar negeri AS, Inggris cenderung mempertimbangkan kembali sikapnya terhadap hubungan dengan AS, dan ini sangat berarti, Eropa tidak mendukung kebijakan sanksi AS, karena hal tidak menguntungkan negara-negara Uni Eropa. Ada pabrik Eropa Di tanah Iran, banyak perusahaan Eropa yang telah lama bekerja sama dengan Iran sangat tertarik pada kerja sama dan tidak ingin menyerahkan pasar ini kepada orang Amerika,” katanya.

Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang mengenai sanksi Pyongyang, Teheran dan Moskow.

Dalih untuk sanksi anti-Iran baru adalah usaha Teheran untuk mengejar kemampuan rudalnya untuk meningkatkan kekuatan pertahanannya di wilayah yang dikelilingi oleh negara-negara yang bermusuhan. AS mengklaim kegiatan rudal Teheran bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, yang mendukung kesepakatan nuklir tersebut.

Resolusi tersebut meminta Iran tidak melakukan aktivitas yang sesuai dengan rudal yang dirancang untuk dapat mengirimkan hulu ledak nuklir, sebuah tujuan yang Teheran katakan bahwa pihaknya tidak pernah mengejar.

 

TERKINI
Ketum PKB Muhaimin Iskandar Sosok Dibalik Suksesi UU PPRT Rahasia Stamina Prima Saat Menjalankan Rangkaian Ibadah Haji Trump Senang, Gencatan Senjata Bantu Isi Ulang Amunisi Kementrans Kaji Ulang Beasiswa Patriot agar Lebih Tepat Sasaran