Pengadilan Bebaskan PM Thailand Atas Penyalahgunaan Jabatan

Kamis, 03/08/2017 10:58 WIB

Jakarta - Dua mantan perdana menteri Thailand dibebaskan atas dugaan penyalahgunaan kekuasaannya untuk menindak demonstrasi anti pemerintah pada 2008 yang ternyata mematikan.

Pengadilan tertinggi Thailand di Bangkok pada Rabu (2/8) membebaskan Somchai Wongsawat, wakilnya Chavalit Yongchaiyudh dan dua mantan pejabat polisi.

Mereka dituduh memberi wewenang kepada polisi untuk menggunakan kekuatan melawan pemrotes yang memblokade gedung Majelis Nasional. Pertempuranpun terjadi hingga melukai ratusan orang dan dua lainya tewas.

Sementara hakim mengatakan, pengadilan sejauh ini tidak dapat menyimpulkan bahwa luka-luka yang diderita para demonstran adalah senjata polisi dan granat polisi, menurut kantor berita AP.

Somchai merupakan saudara ipar mantan perdana menteri lainnya, Thaksin Shinawatra, yang dipecat dalam kudeta tahun 2006 memicu kekerasan demi kekuatan politik di Thailand.

Para pendukung Thaksin melihat berbagai kasus kriminal terhadapnya dan sekutu-sekutunya sebagai upaya untuk menghapus pengaruhnya dari kehidupan politik Thailand.

Somchai mengucapkan terima kasih kepada pengadilan setelah putusannya. IA mengatakan bersyukur masih ada keadilan di negara tersebut. Chavalit - yang menjabat sebagai perdana menteri di tahun 1990an - tidak berkomentar.

Keputusan pengadilan tersebut mendapat tantangan dari sekelompok kecil pemrotes di luar pengadilan, beberapa di antaranya peserta demonstrasi Oktober 2008. Seorang wanita berteriak, "Biarkan mereka semua terkena penyakit mengerikan yang tidak bisa disembuhkan dan mati dengan rasa sakit!" Saat Somchai pergi.

Keyword : Thailand

TERKINI
Pimpinan DPR Ingatkan Pembantu Presiden Pegang Teguh Komitmen Antikorupsi Menag: Ekosistem Halal Harus Mencakup Halal, Thayyib, dan Mubaarak DPR: Lonjakan Dolar Bisa Picu Krisis Biaya Produksi Pangan KPK Jerat Silmy Karim Cs dengan Pasal Pemerasan dan Gratifikasi