Rabu, 02/08/2017 07:11 WIB
Kabul - Suasana salat Isya yang awalnya khusyuk, tiba-tiba berubah menjadi arena berdarah di Masjid Herat, Afghanistan Barat. Pelaku teror masuk ke dalam masjid, lalu memberondong jemaah dengan senjata api secara membabi buta.
Setidaknya, 20 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Namun, data terakhir menyebutkan korban tewas sudah mencapai 29 orang, dan 64 lainnya terluka.
Juru bicara Taliban, Qari Mohammad Yousuf menyatakan kelompoknya tidak terkait dengan serangan tersebut. Sejumlah serangan yang menyasar masjid-masjid di Afganistan beberapa bulan terakhir telah diklaim oleh kelompok radikal ISIS.
"Serangan teroris yang menewaskan lebih dari 20 orang itu dilakukan ketika jemaah sedang melaksanakan salat. Kami tidak tahu motifnya, tapi saksi mata mendengar ledakan dua kali," kata juru bicara kepolisian Herat, Abdul Ahad Walizada.
Menlu AS Terang-Terangan Ingin Kuba Ganti Sistem Politik
Dukung Kuba, China Kecam Dakwaan AS terhadap Raul Castro
PBB: Blokade Selat Hormuz Picu Krisis Pangan Global
Hingga saat ini, aparat keamanan masih berupaya menemukan motif dan kelompok mana yang terkait atas serangan tersebut.
Keyword : Afghanistan Syiah Terorisme ISIS