StanChard Layani Suplier Lotte Mart Melalui Early Payment

Rabu, 19/07/2017 16:30 WIB

Jakarta - Early Payment Program merupakan layanan pembayaran lebih awal yang ditawarkan oleh Standard Chartered Bank kepada seluruh pemasok Lotte. Hal ini adalah suatu wujud kerjasama antara StanChard dengan Lotte Mart untuk memberikan pelayanan kepada para suplier, khususnya dalam penerimaan dana.

Program ini bermanfaat untuk pemasok agar dapat menerima dana Iebih cepat dibandingkan waktu jatuh tempo invoice. Hal ini diIakukan untuk membantu meningkatkan fleksibilitas pemasok dalam mengelola arus kas dan modal kerja sekaligus meningkatkan visibilitas kegiatan perdagangan mereka.

“Klien merupakan prioritas Bank. Kerjasama layanan Early Payment Program merupakan contoh program banking yang diluncurkan oleh Bank dalam memberikan layanan keuangan yang inovatif, bernilai tambah, dan sesuai dengan kebutuhan klien,” ungkap Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (19/7).

Program ini tak hanya memberikan kemudahanuntuk pemasok menerima dana, melainkan beberapa manfaat lainnya juga dirasakan seperti kemudahan persyaratan, dimana pemasok tidak perlu memberikan jaminan dan laporan keuangan untuk memperoleh bantuan keuangan.

Hal ini tentunya sangat bermanfaat bagi pemasok, khususnya pemasok dengan skala bisnis kecil dan menengah (UKM), yang selama ini sering kesulitan dalam memperoleh bantuan keuangan karena tidak memiliki jaminan yang layak.

Joseph V Buntaran, Presiden Direktur PT Lotte Mart Indonesia dan PT Lotte Shopping Indonesia menyatakan, kerja sama ini membuat percaya kinerja penjualan ke depan akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

"Kami percaya program ini dapat membantu meningkatkan likuiditas perusahaan, memperbaiki kinerja penjualan serta dapat membuat perusahaan pemasok mengalami pertumbuhan yang sehat," ungkap Joseph.

Dengan adanya kerjasama melalui Early Payment, StanChard menargetkan jumlah suplier ikut program tersebut mencapai 100 suplier hingga akhir tahun. Dan mengharapkan prosfek keuntungan mencapai Rp 1 Triliun.

TERKINI
KPK Tetapkan Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Tersangka Pemerasan Madrid Selangkah Lagi Amankan Ibrahima Konate, Perez Beri Sinyal Kuat Taiwan Desak China Akui Insiden Berdarah Tiananmen 1989 Mengintip Peringkat Rupiah di ASEAN usai Dolar Tembus Rp18.000