JPOA Bantu Iran Tingkatkan Perekonomian

Senin, 17/07/2017 06:58 WIB

Jakarta - Kepala Organisasi Energi Atom Iran menekankan keuntungan nuklir dan ekonomi dari kesepakatan nuklir 2015 untuk menegaskan kembali pendiriannya mendukung kesepakatan kontroversial tersebut.

Kesepakatan tersebut hasil negosiasi 18 bulan antara Iran dan P5 + 1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ditambah Jerman) untuk mengganti sanksi bantuan untuk batasan waktu pada pengembangan nuklir Teheran.

Ali Akbar Salehi mencela kritikus domestik yang mengklaim kesepakatan bersejarah tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, telah gagal memberikan manfaat yang dapat disebut-sebut oleh Presiden Hassan Rouhani.

"Setelah JCPOA, produksi minyak kita melonjak dari 1 juta barel per hari menjadi 3,9 juta barel per hari," IRNA mengutip Salehi mengatakan pada  Minggu, dua hari setelah ulang tahun rencana aksi dua tahun tersebut.

Hal ini menunjukkan keberhasilan bagi ekonomi berbasis minyak Iran dalam merebut kembali pangsa pasarnya yang hilang selama bertahun-tahun.

Salehi mencatat, JCPOA membantu secara sah mempertahankan sektor-sektor utama industri nuklir, meskipun ada desakan awal oleh kekuatan barat bahwa program nuklir Teheran benar-benar dimatikan.

TERKINI
85.290 Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ingatkan Makna Kemabruran Iran-AS Bakal Teken Kesepakatan Damai pada 19 Juni di Swiss Wamenaker Ingatkan Industri Butuh Tenaga Kerja Kompeten, Tak Cukup Ijazah Longsor-Banjir Sumatera Tewaskan 7 Persen Populasi Orangutan Paling Langka