Demokrat: Ironis, Janji Jokowi Perkuat KPK Tak Terbukti

Sabtu, 08/07/2017 06:03 WIB

Jakarta - Partai Demokrat menilai janji Presiden Jokowi untuk memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum terbukti. Sebab, keberadaan Pansus Angket KPK dianggap justru memperlemah lembaga ad hoc tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, pendirian angket KPK cukup memprihatikan. Dimana, banyak pihak mensinyalir sejak awal angket KPK mengarah pada proses pelemahan KPK.

"Sayangnya justru pengusung angket lebih banyak partai-partai yang menjadi pendukung Presiden Jokowi," kata Didi, melalui pesan singkatnya, Jakarta, Jumat (7/7).

Padahal, kata Didi, janji Presiden Jokowi saat Pilpres 2014 yang lalu akan memperkuat KPK untuk memberangus tindak kejahatan korupsi di tanah air.

"Ironisnya, dalam situasi yang merugikan KPK, Presiden Jokowi sendiri yang tinggal dua tahun lagi berkuasa, juga belum terlihat ada niat dan tanda-tanda ingin memenuhi janjinya untuk memperkuat KPK," tegasnya.

Kata Didi, dengan penuh semangat Presiden Jokowi saat itu berjanji kepada rakyat ingin melipatgandakan jumlah penyidik KPK hingga 10 kali lipat. "Ide yang sebenarnya sangat baik demi penguatan KPK," katanya.

TERKINI
Apakah Sholat Safar Harus di Masjid? Lima Doa Setelah Melaksanakan Sholat Safar Laga Meksiko vs Inggris Terancam Ditunda akibat Badai Masa Depan Barcola Masih Buram, Arsenal dan Liverpool Bersiap