Laga Meksiko vs Inggris Terancam Ditunda akibat Badai

Minggu, 05/07/2026 23:07 WIB

Mexico City, Jurnas.com - Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko melawan Inggris, yang akan berlangsung pada Senin (6/7) pagi, terancam ditunda lantaran ancaman cuaca ekstrem.

Skuad The Three Lions saat ini telah tiba di Mexico City untuk menghadapi sang tuan rumah bersama. Kick-off pertandingan ini sejatinya dijadwalkan pada pukul 18.00 waktu setempat, terlepas dari adanya wacana perubahan jadwal sebelumnya.

FIFA awalnya berniat untuk memajukan jadwal pertandingan hingga enam jam lebih awal akibat ancaman badai petir yang diprediksi akan turun di sekitar waktu kick-off.

Akan tetapi, menyusul protes keras dari kubu Meksiko maupun Inggris, otoritas sepak bola dunia tersebut akhirnya menarik kembali rencana itu dan tetap mempertahankan jadwal semula.

Alhasil, para pendukung Inggris harus terjaga hingga dini hari untuk menantikan laga dimulai, dan waktu kick-off masih sangat mungkin untuk kembali mundur dari jadwal jam 1 pagi.

Dikutip dari talkSPORT pada Minggu (5/7), lembaga cuaca nasional Meksiko, Servicio Meteorologico Nacional, telah merilis prakiraan cuaca mereka untuk pertandingan tersebut.

Berdasarkan data saat ini, terdapat peluang badai petir sebesar 80 persen yang akan dimulai pada pukul 16.00 waktu setempat, atau dua jam sebelum laga dimulai.

Kondisi ini diperkirakan bakal berlanjut hingga pukul 17.00, dan persentasenya hanya sedikit menurun ke angka 60 persen pada pukul 18.00.

Mengingat cuaca sulit diprediksi, kondisi tersebut mungkin saja membaik saat mendekati waktu pertandingan. Namun untuk saat ini, potensi gangguan cuaca tampak sangat nyata, sehingga para penggemar Inggris dipastikan harus bersiap menghadapi malam yang panjang.

Skuat Meksiko sendiri tidak asing dengan situasi penundaan, setelah laga babak 32 besar melawan Ekuador terpaksa diundur selama satu jam akibat badai petir.

Kekhawatiran utamanya ialah sambaran petir, ketika aturan di Amerika Serikat menyebutkan bahwa pertandingan harus dihentikan jika ada petir yang menyambar dalam radius delapan mil dari stadion.

Jika hal itu terjadi, para pemain harus meninggalkan lapangan dan penggemar diminta berlindung di tribun, disusul dengan perhitungan waktu mundur selama 30 menit.

Jika terjadi sambaran petir lain dalam radius delapan mil tersebut, perhitungan waktu akan diulang kembali dari awal. Setelah 30 menit berlalu tanpa adanya kilat, barulah para penggemar bisa kembali ke tempat duduk dan pemain masuk ke lapangan.

FIFA dilaporkan tidak bisa membuat aturan sendiri terkait situasi ini dan diwajibkan untuk mengikuti instruksi dari otoritas setempat.

Selain tantangan cuaca, laga melawan Meksiko ini juga akan digelar di Estadio Azteca yang terletak sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut.

Walaupun penyakit ketinggian umumnya baru muncul pada ketinggian 2.500 meter ke atas, gejala seperti sakit kepala, kelelahan, dan pusing tetap berpotensi menyerang para pemain. Untuk mengatasi masalah aklimatisasi ini, para penggawa Inggris dikabarkan diizinkan untuk menggunakan Viagra.

Meski sebagian besar dikenal sebagai obat untuk mengatasi disfungsi ereksi, Viagra nyatanya juga bisa menjadi solusi untuk menstabilkan tekanan darah tinggi.

Obat ini bekerja dengan melebarkan pembuluh darah di paru-paru, sebuah faktor krusial saat berada di dataran tinggi dengan atmosfer yang tipis dan konsentrasi oksigen yang rendah.

Penggunaan obat ini dinilai akan sangat membantu untuk melawan rasa pusing dan kelelahan, serta dipastikan aman karena tidak masuk dalam daftar zat terlarang oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

TERKINI
Apakah Sholat Safar Harus di Masjid? Lima Doa Setelah Melaksanakan Sholat Safar Laga Meksiko vs Inggris Terancam Ditunda akibat Badai Masa Depan Barcola Masih Buram, Arsenal dan Liverpool Bersiap