Kamis, 06/07/2017 19:52 WIB
Jakarta - Penerimaan negara dari sektor hulu migas pada semester I tahun 2017 melebihi target. Menurut data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas) bahwa penerimaan negara hingga akhir juni mencapai US$ 6,48 miliar atau sekitar 59 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 sebesar US$10,91 miliar.
"Kami Optimis akhir tahun bisa melebihi target dengan angka cukup signifikan dan biasanya akhir tahun bisa meningkat," ungkap Amien Sunaryadi, kepala SKK Migas di Jakarta Kamis (6/7).
Menurut Amien, SKK Migas tahun ini juga bisa menekan angka biaya operasi yang dikembalikan (cost recovery). Biaya cost recovery berada di angka US$4,87 miliar atau 46 persen dari angka yang dipatok yakn sebesar US$10,49 miliar hingga 30 Juni 2017.
"Hingga saat ini, komponen biaya terbesar digunakan untuk operasi produksi yang mencapai 48 persen," ujar Amien.
Pemerintah Diminta Percepat Eksplorasi demi Capai Target Lifting Minyak
Usulan JK Naikkan BBM Dikritik Legislator Gerindra: Lihat Postur APBN
Komisi XI Soroti Potensi Tambahan Beban APBN, Menkeu Diminta Transparan
Sementara itu, rata-rata lifting minyak bumi mencapai 802 ribu barel per hari (BPH) atau sekitar 98 persen dari target APBN 2017 yang sebesar 815 ribu barel BPH.
Keyword : SKK Migas APBN Minyak Bumi