Kamis, 29/06/2017 08:05 WIB
Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov mengatakan, tudingan Amerika Serikat terhadap pemerintah Suriah merencanakan serangan senjata kimia menyulitkan perundingan damai di Suriah.
Dilansir Arab News pada Rabu (29/6), Gatilov memperingatkan negara yang dijuluki Paman Sam itu tidak mengambil tindakan sepihak di Suriah.
Pada Senin (26/6) Washington memperingatkan pimpinan Suriah untuk tidak melakukan serangan senjata kimia. Hal itu didasarkan pada intelijen yang tampaknya melakuan persiapan aktif di pangkalan Udara Suriah, Shayrat.
Pada April, Trump meluncurkan hampir 60 rudal jelajah ke pangkalan Shayrat setelah menuduh Suriah membunuh puluhan warga sipil dengan serangan gas sarin. Suriah dan sekutunya, Rusia dan Iran menolak tudingan AS. Mereka mengatakan, pasukan Assad tidak pernah menggunakan senjata kimia.
Suriah Tangkap Otak di Balik Senjata Kimia era Bashar Assad
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Negara-Negara Teluk Kutuk Serangan Bom di Ibu Kota Suriah
Keyword : Suriah Senjata Kimiah Gas sarin Donal Trump