Selasa, 22/07/2025 16:03 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Apakah usia otak Anda lebih muda atau justru lebih tua dari usia sebenarnya? Menurut Dr. Marc Milstein, peneliti otak dan penulis buku The Age-Proof Brain, usia otak tidak selalu sejajar dengan usia biologis. Kabar baiknya, otak yang muda dan tajam bukan sekadar anugerah genetik—ada kebiasaan harian yang bisa Anda lakukan untuk mencapainya.
Dilansir dari laman Mindbodygreen, Milstein menjelaskan bahwa menjaga otak tetap muda adalah salah satu strategi paling efektif untuk mengurangi risiko masalah kognitif. Dalam podcast mindbodygreen, ia merinci empat kebiasaan sederhana tapi berdampak besar untuk mempertahankan fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Satu kebiasaan yang sangat disarankan Milstein adalah berjalan kaki selama 30 menit setiap hari. “Orang yang berjalan sekitar 30 menit per hari menurunkan risiko demensia hingga 60%,” katanya. Kuncinya ada pada konsistensi dan intensitas ringan—sekitar 112 langkah per menit sudah cukup.
Ingin hasil yang lebih optimal? Lakukan di pagi hari sambil ditemani teman. Paparan cahaya pagi membantu mengatur suasana hati, fokus, metabolisme, hingga kualitas tidur—semua ini penting untuk kesehatan kognitif. “Dan jika Anda merasa kesepian, ini juga jadi momen untuk terhubung dengan orang lain,” kata Milstein. Pasalnya, kesepian kronis terbukti bisa menggandakan risiko demensia.
Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda
Tak Disangka, Hobi Berkebun Bisa Jaga Kesehatan Otak hingga Cegah Demensia
Ini Manfaat Berpuasa untuk Kesehatan Otak Anda
Otak bukan hanya organ berpikir, tapi juga organ sosial. Interaksi dengan orang lain secara rutin mampu menjaga daya ingat dan meningkatkan hormon bahagia seperti dopamin dan oksitosin.
Menurut studi dari Harvard, hubungan sosial yang sehat berkontribusi langsung pada kesehatan otak dan umur panjang. Jadi, alih-alih hanya mengandalkan gawai, coba jadwalkan obrolan tatap muka atau sekadar panggilan video dengan teman atau keluarga.
Pola makan yang mendukung otak muda? Mudah: perbanyak makanan berwarna cerah dari alam. Buah beri, sayuran hijau, wortel, tomat, dan kacang-kacangan mengandung antioksidan, serat, serta lemak sehat yang dapat melindungi neuron dari penuaan dini.
"Mulailah dengan buah dan sayur berwarna," saran Milstein. Kombinasi warna dalam piring Anda bukan cuma cantik di mata, tapi juga berarti bagi sel-sel otak Anda.
Budaya hustle bisa membuat kita merasa bersalah saat istirahat. Tapi Milstein mengingatkan bahwa otak justru membutuhkan momen ‘jeda’ untuk tetap tajam. “Tanpa istirahat, kita malah rentan kelelahan mental dan kebingungan kognitif,” ujarnya.
Sebuah jurnal pagi yang penuh perhatian, meditasi lima menit, atau sekadar waktu tenang tanpa distraksi bisa memperpanjang konsentrasi dan meningkatkan kebahagiaan sepanjang hari.
Jadi, menurut Milstein, otak yang sehat dan muda bisa dicapai siapa saja—tanpa biaya mahal atau teknologi canggih. Cukup dengan berjalan kaki, makan bijak, bersosialisasi, dan menghargai waktu istirahat, Anda sudah memberi investasi terbaik bagi masa depan mental Anda. (*)