Kamis, 17/07/2025 17:42 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Maraknya praktik beras oplosan di pasaran, dikecam keras Anggota Komisi IV DPR RI, dari Fraksi Nasdem Arif Rahman.
Politikus NasDem ini menegaskan, beras oplosan tersebut jelas-jelas telah merugikan konsumen dan menciderai integritas sistem pangan nasional.
“Beras oplosan ini bukan hanya masalah kualitas, tapi juga merupakan penipuan besar-besaran terhadap masyarakat Indonesia,” tegasnya dalam keterangan resminya, Kamis (17/7).
Piala Dunia 2026 Dinilai Mampu Ciptakan Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal
Kemendagri Usul Rp1 Triliun Insentif Fiskal untuk Daerah Berprestasi
KWP Gandeng BNI Salurkan Ribuan Paket Alat Tulis Jelang Masuk Sekolah
Atas dasar itu, Arif menjelaskan bahwa kasus beras oplosan tersebut merupakan masalah serius yang harus segera diselesaikan.
“Praktik semacam ini merusak kepercayaan konsumen terhadap produk pangan yang beredar di pasar. Ini adalah masalah serius yang harus segera ditangani," tegasnya.
Berdasarkan temuan terbaru, lebih dari 212 merek beras diduga melanggar standar mutu dan takaran, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp99 triliun per tahun.
Kasus ini melibatkan produsen besar seperti Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group), yang saat ini sedang diperiksa oleh Satgas Pangan.