Bukan Prabowo, Ini Alasan Fadli Zon Jadikan 17 Oktober Hari Kebudayaan

Senin, 14/07/2025 17:29 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengklarifikasi penetapan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional (HKN), yang disebut-sebut bertepatan dengan tanggal lahir Presiden RI Prabowo Subianto.

Menbud Fadli mengatakan, 17 Oktober dipilih karena merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951, yang menetapkan Garuda Pancasila sebagai lambang negara, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai identitas bangsa.

"Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tetapi filosofi hidup bangsa Indonesia yang mencerminkan kekayaan budaya, toleransi, dan persatuan dalam keberagaman," kata Fadli dalam keterangan resminya pada Senin (14/7).

"17 Oktober adalah momen penting dalam perjalanan identitas negara kita. Ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang masa depan kebudayaan Indonesia yang harus dirawat oleh seluruh anak bangsa," dia menambahkan.

Dengan ditetapkannya HKN setiap 17 Oktober, Menbud mengatakan pemerintah berkomitmen meningkatkan pemahaman publik dengan nilai-nilai kebudayaan nasional, memperkuat peran kebudayaan dalam memajukan peradaban bangsa, serta menjadikan kebudayaan sebagai landasan pembangunan karakter dan kesejahteraan masyarakat.

Kementerian Kebudayaan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk komunitas budaya, akademisi, dan masyarakat umum untuk bersama-sama memaknai HKN sebagai upaya kolektif membangun Indonesia yang beradab dan berbudaya.

Diketahui, penetapan HKN menuai pro dan kontra karena bertepatan dengan tanggal kelahiran Presiden Prabowo pada 17 Oktober 1951. Apalagi, Fadli Zon merupakan kader Partai Gerindra yang diketuai Prabowo.

TERKINI
Tujuh Tradisi Perayaan Waisak di Dunia: Mulai dari Indonesia hingga India Mengenal Deretan Tradisi Waisak yang Sarat Makna 20 Contoh Ucapan Hari Raya Waisak yang Penuh Makna Peringatan Hari Raya Waisak 2026, Ini Sejarah hingga Maknanya