Carlos Baleba Masuk Radar PSG, Harga Tembus Rp600 Miliar

Jum'at, 04/07/2025 08:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Paris Saint-Germain (PSG) tengah aktif memburu talenta muda potensial untuk memperkuat skuad masa depan mereka.

Di bawah arahan Luis Campos sebagai arsitek strategi transfer klub, Les Parisiens kini menaruh perhatian serius pada gelandang milik Brighton & Hove Albion, Carlos Baleba.

Meski fokus utama PSG saat ini adalah menyelesaikan proses transfer bek tengah Bournemouth, Illia Zabarnyi serta mempertimbangkan wonderkid FC Porto, Rodrigo Mora, nama Carlos Baleba kini turut mencuat dalam daftar buruan.

Laporan dari Sportsmole, menyebutkan bahwa Baleba dinilai sangat cocok dengan kebutuhan pelatih Luis Enrique.

Gaya bermain energik dan kemampuan teknis pemain berusia 21 tahun itu dianggap bisa menyatu dengan skema permainan PSG.

Akan tetapi, klub ibu kota Prancis tersebut tampaknya bergerak agak terlambat karena Baleba sudah lama menjadi incaran banyak klub elite Eropa.

Mantan pemain Lille ini memang memiliki nilai pasar yang tinggi. Ia hengkang dari Ligue 1 pada tahun 2023 hanya dengan bekal 23 penampilan bersama LOSC, namun tetap berhasil membuat Brighton membayarnya senilai 27 juta euro.

Kini, nilai pasarnya telah meningkat dan diperkirakan mencapai sekitar 40 juta euro menurut Transfermarkt.

Meski harga tersebut masih dalam jangkauan PSG, mereka harus bersaing ketat dengan sejumlah raksasa Eropa.

Manchester City, Bayer Leverkusen, serta duo klub asal Milan, Inter dan AC Milan disebut sudah lebih dulu memulai pendekatan intensif kepada sang pemain.

Dengan persaingan yang makin sengit, PSG harus bergerak cepat jika ingin mengamankan tanda tangan Baleba sebagai bagian dari proyek regenerasi lini tengah yang saat ini sudah diisi oleh nama-nama seperti Vitinha, Joao Neves dan Fabian Ruiz.

TERKINI
MUI Ingatkan Potensi Percaloan di Balik Wacana War Tiket Haji DPR Minta UI Utamakan Perlindungan Korban dalam Dugaan Pelecehan Seksual Trump Sebut Perang dengan Iran akan Segera Berakhir Legislator PKS: Terjadi Ketimpangan Dalam Pengelolaan Mudik 2026