Selebrasi Gol, Siapa yang Pertama Kali Mempopulerkan?

Senin, 23/06/2025 20:01 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Selebrasi gol merupakan emosi spontan yang sejak awal jadi bagian tak terpisahkan dari sepak bola. Namun sejarahnya tidak dimulai dari lapangan, melainkan diadopsi dari olahraga kriket.

Pada awal sepak bola televisi, selebrasi sederhana terlihat saat pemain hanya mengangkat tangan atau berlari kecil. Seiring berkembangnya era media beberapa selebrasi jadi tak terlupakan seperti salto, `siul mulut`, atau jalan lambat ala superstar yang membawa karakter unik.

Beberapa selebrasi paling kontemporer muncul pada 1990-an dan 2000-an. Contohnya Roger Milla di Piala Dunia 1990 yang goyang di pojok lapangan, menjadi simbol kebahagiaan Afrika di panggung global. Tindakan ini membuka jalan bagi selebrasi yang lebih ekspresif.

Sejalan dengan kebebasan ekspresi, selebrasi kini kerap terencana. Pele dan Maradona diketahui merayakan gol dengan cara khas yang membuat mereka makin dikenang. Beberapa selebrasi menjadi ikon budaya seperti Ronaldo wagging finger, Careca bersayap, atau Ibrahimović celup meniru nelayan.

Sejarah mencatat bahwa selebrasi yang paling rumit mencakup backflip, tarian massal, dan atraksi bersama tim. Namun seiring regulasi FIFA muncul batasan seperti larangan melepas kaos dan melakukan provokasi.

Peraturan FIFA menyatakan selebrasi tidak boleh berlebihan sehingga mengganggu jalannya pertandingan. Sejak 2004 selebrasi seperti melepas kaos otomatis diganjar kartu kuning dan hal‑hal provokatif lainnya sering dimonitor wasit. Ini membuat selebrasi menjadi lebih terkendali namun tetap ekspresif.

Kini selebrasi gol juga jadi bagian strategi branding. Banyak pemain menjadikan selebrasinya sebagai merchandise seperti Cristiano Ronaldo dengan seruan Siuuu, bahkan ada pula yang memilih untuk mematenkan seperti Brahim Diaz.

TERKINI
Begini Pola Hidup Sehat yang Diajarkan Rasulullah Apa Penyebab Dam saat Haji dan Cara Membayarnya? Valentino Rossi Ingin Pertahankan 1 Rider Italia untuk Timnya di 2027 Cegah Ebola, Bahrain Tangguhkan Kedatangan Wisatawan dari 3 Negara Afrika