Usia Bukan Masalah, Ini Alasan Ronaldo Masih Jadi Pilihan Utama di Portugal

Jum'at, 13/06/2025 13:13 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Meski telah memasuki usia 40 tahun, Cristiano Ronaldo masih menjadi pilar utama di Tim Nasional Portugal. Keberadaannya dalam skuad asuhan Roberto Martínez tidak sekadar simbolis, melainkan karena peran vital yang terus ia tunjukkan di lapangan.

Banyak yang bertanya-tanya, di era regenerasi dengan munculnya nama-nama muda seperti João Félix, Gonçalo Ramos, hingga Rafael Leão, mengapa Ronaldo masih belum tergantikan?

Berikut ini tiga alasan utama yang membuat sang megabintang tetap menjadi pilihan utama dalam skuad Seleção das Quinas:

1. Produktivitas Gol yang Tak Pernah Surut

Terlepas dari usia, Ronaldo masih menunjukkan insting tajamnya sebagai pencetak gol. Di kualifikasi Euro 2024 dan laga persahabatan internasional terbaru, ia tercatat masih menjadi top skor tim.

Kemampuannya dalam mengeksekusi bola mati, menyelesaikan peluang, dan membaca ruang membuatnya tetap relevan dalam sistem permainan modern.

Ronaldo juga terbukti sebagai penentu dalam laga-laga krusial. Ketajamannya menjadi senjata penting yang dibutuhkan Portugal, terlebih dalam pertandingan dengan tekanan tinggi.

2. Mentalitas Juara dan Kepemimpinan

Ronaldo bukan sekadar pemain berkelas dunia, ia adalah pemimpin di ruang ganti. Karakternya yang kompetitif, disiplin, dan penuh motivasi menular ke rekan-rekan setimnya.

Ia menjadi figur sentral yang mampu membakar semangat tim, terutama para pemain muda yang mengidolakan dan belajar darinya.

Pelatih Roberto Martínez pun mengakui bahwa kehadiran Ronaldo membawa dampak psikologis positif, baik di dalam maupun luar lapangan. Portugal butuh sosok seperti dirinya dalam situasi genting, karena ia tahu bagaimana mengatasi tekanan dan membimbing tim melewati momen sulit.

3. Kondisi Fisik yang Tetap Prima

Di usianya yang menyentuh kepala empat, Ronaldo masih mempertahankan standar kebugaran yang luar biasa. Gaya hidup sehat, disiplin latihan, dan pendekatan ilmiah terhadap tubuh membuatnya tetap mampu bersaing di level tertinggi.

Ia mungkin tidak lagi berlari secepat usia 25, tetapi kemampuannya dalam menjaga tubuh, menyesuaikan posisi bermain, dan bermain efektif dalam waktu singkat, membuatnya masih kompetitif di panggung internasional.

TERKINI
Misteri Virus di Kapal Pesiar: 3 Tewas, WHO Soroti Dugaan Hantavirus UEA Tangkis Serangan Rudal dari Iran, Fasilitas Minyak di Fujairah Terbakar Beckham: Kemenangan atas PSIM Jadi Bekal Lawan Persija Teheran Tuding UEA Bekerja Sama dengan Agresor dalam Melawan Iran