Selasa, 05/05/2026 11:35 WIB
Teheran, Jurnas.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menuduh Uni Emirat Arab (UEA) "mendukung dan bekerja sama dengan para agresor dalam melawan Iran."
Baghaei mengatakan dalam konferensi pers mingguan bahwa tindakan UEA tersebut "menimbulkan banyak masalah" tidak hanya bagi Iran, tetapi juga bagi keamanan kawasan Timur Tengah dan solidaritas antarnegara di kawasan itu.
Dia menambahkan bahwa Iran berharap "seluruh negara di kawasan Timur Tengah telah mengambil pelajaran penting dari berbagai perkembangan yang terjadi selama 50 hari terakhir."
Selain itu, ketika ditanya mengenai sikap Iran terhadap keputusan UEA keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC), Baghaei mengatakan bahwa langkah tersebut tidak "konstruktif", seraya menggambarkannya sebagai reaksi yang "negatif atau balas dendam" terhadap kawasan tersebut dan negara-negara anggota OPEC.
Iran Desak AS Kurangi Tuntutan demi Akhiri Perang Timur Tengah
44 Pelaut Iran Dilaporkan Tewas dalam Perang Melawan AS-Israel
Harga Minyak Kembali Naik karena Belum Ada Tanda Berakhirnya Perang Iran
Diketahui, OPEC didirikan pada 1960 oleh Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela untuk mengoordinasikan kebijakan produksi.
Pada akhir April lalu, UEA menyatakan akan menarik diri dari OPEC dan aliansi OPEC+ yang lebih luas, efektif mulai 1 Mei. Keluarnya UEA membuat kelompok tersebut hanya memiliki 11 anggota.