Rabu, 11/06/2025 06:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Idealnya, sepak bola menjadi panggung kemeriahan dan semangat persatuan. Tapi di balik gegap gempita tribun, ada sisi gelap yang tak bisa diabaikan, yakni aksi vandalisme suporter.
Ada banyak ragam vandalisme suporter yang terjadi dalam sepak bola, mulai dari perusakan fasilitas stadion hingga menghancurkan situs budaya bersejarah. perilaku destruktif ini tak hanya mencoreng nama klub, tapi juga merusak wajah sepak bola.
Tahun 2015, ribuan suporter Feyenoord mendatangi kota Roma untuk laga Liga Europa melawan AS Roma. Namun, yang mereka tinggalkan bukan hanya jejak kemenangan atau kekalahan, melainkan kerusakan parah pada Air Mancur La Barcaccia, mahakarya marmer dari abad ke-17.
Kala itu, suporter Feyenoord melempar botol, menginjak tangga, dan melecehkan sejarah pada patung air mancur tersebut. Dunia mengecam aksi ini sebagai pelecehan budaya yang memalukan.
Kocak, Pemain Ini Dikartu Merah gegara Pipis di Botol
7 Fakta Unik Chelsea, Raja London yang Nyaris Bangkrut
Kuda Hitam, Sejak Kapan Istilah Ini Digunakan Sepak Bola?
Pada 2013, klub Brasil Fortaleza gagal meraih tiket promosi. Emosi suporter pun meledak. Ribuan kursi stadion dirusak, toilet portabel dihancurkan, dan suasana chaos menyelimuti Arena Castelao.
Tayangan drone menunjukkan betapa brutalnya aksi ini, menggambarkan sisi kelam fanatisme tanpa kendali.
April 2025 menjadi momen muram bagi sepak bola Zambia. Seusai pertandingan panas dengan keputusan penalti kontroversial, fans Nkana FC mengamuk di Levy Mwanawasa Stadium.
Barikade pengaman dirubuhkan, papan iklan dihancurkan, dan kursi stadion dilempar ke dalam lapangan. Aksi ini nyaris melumpuhkan satu-satunya stadion bersertifikat CAF di negara tersebut.
Stadion anyar di Kota Opole jadi korban vandalisme saat pertandingan persahabatan antarklub. Dinding toilet dicorat-coret, stiker kelompok ultras dipasang di berbagai sudut, dan properti umum dirusak.
Meski skalanya tidak sebrutal insiden lain, perusakan ini tetap menyedihkan karena merusak simbol baru kebanggaan kota.
5. Kerusuhan Pascalaga di GBLA BandungStadion Gelora Bandung Lautan Api kembali jadi sorotan pasca pertandingan yang mempertemukan Persib melawan Persis. Dua suporter ditangkap karena merusak fasilitas umum di dalam stadion, termasuk merobohkan pagar pengaman dan menghancurkan bangku.
Insiden ini membuat GBLA dicoret dari daftar venue untuk Piala Presiden, sebagaimana disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
6. Kekacauan di Hard Rock Stadium saat Copa AmericaTak hanya Amerika Latin atau Eropa, aksi destruktif juga merambah ke Amerika Serikat. Di ajang Copa America, stadion ikonik Hard Rock di Miami dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat kerumunan fans tak bertiket yang memaksa masuk. Fasilitas umum rusak, kursi copot, dan petugas kewalahan mengendalikan massa.