Paus Fransiskus Ajarkan Bagaimana Kemanusiaan Melebihi Batas Agama

Senin, 21/04/2025 17:05 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Umat Katolik sedunia berduka. Pimpinan umat Katolik sekaligus kepala negara Vatikan, Paus Fransiskus/" style="text-decoration:none;color:red;">Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 tahun, Senin (21/4).

Paus sempat dirawat pada Februari lalu karena menderita penyakit bronkitis kronis. Dia keluar dari rumah sakit pada 23 Maret lalu. Paus meninggal sehari setelah kemunculannya di Saint Peter`s Square pada hari Minggu (20/4) waktu setempat saat Paskah, kata Vatikan dalam sebuah pernyataan.

Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Gomar Gultom, menyampaikan dukacita atas meninggalnya Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Paus Fransiskus/" style="text-decoration:none;color:red;">Paus Fransiskus.

"Duka mendalam atas kepergian Sri Paus Fransiskus/" style="text-decoration:none;color:red;">Paus Fransiskus. Beliau sudah menyelesaikan pertandingannya di dunia ini. Dan saya kira dia telah memenangkannya," kata Gomar kepada wartawan, Senin (21/4).

Gomar menyampaikan, Paus Fransiskus/" style="text-decoration:none;color:red;">Paus Fransiskus memiliki komitmen yang sangat tinggi pada kemanusiaan. Untuk itu, menurutnya, seluruh umat manusia kehilangan atas kepergian Paus Fransiskus/" style="text-decoration:none;color:red;">Paus Fransiskus. Di mana, Paus Fransiskus/" style="text-decoration:none;color:red;">Paus Fransiskus telah mengajarkan bagaimana kemanusiaan melebihi batas agama.

"Beliau telah menorehkan jejak yang begitu mendalam, karena beliau menempatkan kemanusiaan dan persaudaraan di atas segala-galanya. Beliau telah mengajarkan kepada kita, kemanusiaan dan persaudaraan harus melebihi batas-batas agama, bahkan melampaui pilihan iman," tuturnya.

Gomar juga menilai Paus Fransiskus/" style="text-decoration:none;color:red;">Paus Fransiskus telah menunjukkan teladan bersikap sederhana dalam kehidupan. Menurutnya, sikap kesederhanaan Paus Fransiskus/" style="text-decoration:none;color:red;">Paus Fransiskus sebagai pemimpin sulit ditemui di zaman kekinian.

"Beliau juga mengajarkan kepada kita menjalani kehidupan ini secara substansial, dan tidak usah dibelenggu oleh ragam ornamen dunia ini. Jabatan baginya adalah pelayanan dan tak harus silau oleh fasilitas. Hidup dengan sangat sederhana, sikap kepemimpinan yang sangat langka di tengah dunia yang makin materialis," bebernya.

TERKINI
TKA di PKBM Jawab Tantangan Fleksibilitas Belajar Erdogan Ingin Paksa AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Teruskan Blokade Pelabuhan IFP Bantu Siswa Lebih Siap Hadapi TKA