Jum'at, 28/03/2025 14:31 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan mengapresiasi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti, yang membolehkan adanya study tour bagi anak sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengatakan, study tour di sekolah berguna untuk menambah pengalaman para siswa dengan mengunjungi sebuah tempat. Jadi, dengan kegiatan itu ilmu dan pengalaman siswa bisa bertambah.
"Tujuan study tour adalah meningkatkan pengalaman siswa. Jadi, tetap tujuannya untuk pendidikan," kata Lalu dalam keterangan persnya, Jumat (28/3).
Kemenhut Diminta Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten
Habiburokhman Apresiasi Gerak Cepat BEM UI Respons Kasus Kekerasan Seksual
Kenaikan Tarif Pesawat Jangan Sampai Membebani Masyarakat
Selain itu, dengan adanya study tour, para siswa bisa belajar langsung dari tempat yang dikunjungi. Selain bisa melihat tempat, mereka juga bisa belajar langsung dari orang-orang yang ahli di bidangnya.
Namun, yang terjadi sekarang adalah banyak study tour yang dilaksanakan hanya untuk rekreasi semata. Mereka hanya pergi ke suatu tempat tanpa ada proses pembelajaran.
"Kalau hanya berwisata atau rekreasi, maka study tour sudah keluar dari tujuan awalnya. Esensinya hilang," ungkapnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar pihak sekolah betul-betul merencanakan study tour secara matang dan para siswa harus membuat laporan dari kegiatan tersebut. Namun study tour tidak boleh terlalu sering dilakukan agar tidak menganggu kegiatan pembelajaran.
Kemudian, kata Lalu, pihak sekolah juga harus betul-betul memilih jasa transportasi yang terpercaya karena mendaraan yang digunakan harus benar-benar laik jalan, guna menghindari risiko terjadinya kecelakaan.
"Jangan gunakan kendaraan yang tidak layak jalan. Maka, pilih perusahaan transportasi yang terpercaya dan profesional, karena ini masalah keselamatan para siswa," tandasnya.